Dana Rutilahu di Tridaya Sakti Disunat, Korban Laporke Dewan

Iklan Semua Halaman

.

Dana Rutilahu di Tridaya Sakti Disunat, Korban Laporke Dewan

Sku Metropolitan
Rabu, 24 Januari 2018
Bekasi, Metro - PENCAIRAN dana bantuan RumahTidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Bekasi tercoreng. Pasalnya, penerima Rutilahu mengeluhkan adanya potongan biaya Rp1,5juta yang diduga dilakukan Pelaksana Kerja (PK). Hal itu seperti yang dialami penerima Rutilahu di DesaTridayaSakti, Kecamatan Tambun Selatan.

Mujiyono (49), warga Kampung Buekjaya, RT03, RW02, Desa Trijaya Sakti, menjadi korban pemotongan dana Rutilahu ini. Dia beberapa hari lalu mencairkan dana Rutilahu yang masuk rekening pribadinya melalui bjb. Saat diakeluar dari bjb, dirinya langsung didekati onkum pegawai desa tersebut. Korban oleh PK tersebut disuruh masuk kesebuah mobil.Di dalam mobil itu sudah ada PK lainnya.

“Di dalam mobil itu, saya diarahkan harus seperti apa. Dan akhirnya dua orang itu dating kerumah saya dan meminta uang Rutilahu Rp1,5juta. Lalu saya kasih,” ujar Mujiyono kepadawartawan, Senin (22/1/2018), yang ditemui saat melaporkan hali tuke Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Soleman yang menerima laporan Mujiyono langsung meresponya. Didampingi Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Yudi Darmansyah, mereka menerima laporan korban yang dating didampingi GMBI. “Kita sudah dengarkan kejadian kronologisnya dari korban seperti apa dan itu memang betu ldana Rutilahu disunat,” tuturSoleman.

Soleman menerangkan, korban juga diarahkan PK tersebut untuk membeli material kesalah satu took bangunan di wilayah tersebut.“Jadi korban diarahkan kesalah satu toko material dan diharuskan membelinya di took itu oleh para PK. Dan di tokoitu, sepertinya pelaku sudah kerja sama dengan pihak took bangunan. Sehingga harga materialnya di mark up juga,” terangnya.

Soleman menegaskan, hal inilangsung ditindaklanjuti Komisi I. Dalam waktu dekat, Komisi I akan memanggil pihak terkaitdalam program Rutilahu ini. “Ini pencairan program Rutilahu di 2017. Ini dipotong per titik penerima itu Rp1,5juta. Hal ini jadi pintu masuk ADD juga. Ini Rutilahu yang masuk kerekening penerima saja masih dipotong,” tegasnya.

Soleman juga mempersilahkan pihak GMBI untuk melaporkan hal ini kepihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi.Sekretaris GMBI Distrik Kabupaten Bekasi, Samsudin pun menegaskan, pihaknya langsung melaporkan temuaninike Kejari Kabupaten Bekasi. “Kita langsung laporkan soal pemotongan dana Rutilahu ini. Ini seperti kasus di 2016 lalu.Hal ini harus segera diusut pihak Kejaksaan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Yudi Darmansyah mengatakan, dugaan adanya pemotongan dana Rutilahu ini cukup kuat buktinya. “Dugaan terjadinya penyimpangan ini kuat.Padahal, secara system ini sudah bagus karena dana diterima oleh rekening sipenerima. Namun masih saja ada oknum-oknum yang berani melakukan pemotongan itu,” tambahnya.


Jelas dia, dari kronologis korban, si penerima dan Rutilahu keluar dari bjb itu menerima dana secarautuh Rp15 juta. “Hal ini akan kita tindak lanjuti dan segera memanggil pihak-pihak terkait dalam program Rutilahuini. Kita juga akan melakukan Sidak keseluruh desa soa lini. Agar tak terulang di desa lain. Ini sepertinya terjadi juga di desa lainnya,” jelasnya. (ely)