Masyarakat Karya Jitu Mukti Masih Garap Lahan Yang Di klaim Lahan Milik Ulayat Adat Dente Teladas.

Iklan Semua Halaman

.

Masyarakat Karya Jitu Mukti Masih Garap Lahan Yang Di klaim Lahan Milik Ulayat Adat Dente Teladas.

Sku Metropolitan
Minggu, 28 Januari 2018


Tulang Bawang -  Masyarakat Kampung Karya Jitu Mukti Masih Menggarap Lahan/melakukan aktivitas di atas lahan sawah yang di kleim masyarakat dente teladas adalah Lahan milik atau hak ulayat masyarakat hukum adat dente teladas. Lahan yang di persengketakan tersebut seluas kurang lebih 60 ha yang terletak di kampung karya jitu mukti kecamatan rawa jitu selatan tulang bawang.

Andika Ketua DPP Ormas Forum Rakyat Tulangbawang Mengatakan sampai hari ini masih terlihat adanya Aktivitas di lahan sawah tersebut.

"Mengapa Kapolsek Melakukan Pembiaran Terhadap Masyarakat Karya Jitu Mukti Yang Masih Terus Kerja dan beraktivitas diatas lahan tersebut Padahal Kemarin Pada Hari Senin,(22/01/2018) saat Masa Demo Dari Dente Teladas Turun kelokasi Tersebut, Menyampaikan Keinginan Mereka, Tapi Mengapa Kapolsek Setempat, Seolah -Olah Tutup Mata Dan Telinga," Tutur Andika Jum'at 26/1/2018.

Diketahui beberapa hari yang lalu dihadapan Ratusan Masa Kampung Dente Teladas yang Turun Kelokasi Lahan tersebut,kapolsek Rawa jitu Agus Priono Menyampaikan, ”Apa Bila Ada Masa Dari Dente Teladas Yang Ingin Mengganggu masyarakat Karya Jitu Mukti, Maka Saya Deluan Yang Akan Berada Di Depan, Dan Saya Akan Pasang Badan, Serta Saya Rela Mati, Untuk Membela Masyarakat Saya KJM, Dan Biar Saya Yang Mengeluarkan Bajak (hand tractor)  Tersebut Jangan kalian Masyarakat Dari Teladas, Karna ini Wilayah Saya. Kalo  Soal Untuk Menghentikan Orang Yang Kerja Bukan Tugas Saya, Tapi Nanti Saya Coba Ngomong.kalau Untuk Mediasi Saya Tidak Bisa Untuk Mediasi Kedua Belah Pihak, Silakan Mediasi Sendiri, Nanti Saya Dibilang Berpihak,"  Ujar kapolsek Senin, 22/1 di hadapan ratusan kelompok massa dari dente teladas. 

berdemo merupakan Buntut kekesalan dan kekecewaan masyarakat Dente teladas, kepada Kapolsek Dan Kepala kampung KJM Serta sejumlah masyarakat Kampung Karya Jitu Mukti, karena telah melakukan penggarapan lahan diatas tanah ulayat adat (Empat Marga) Adat Dente teladas.

Hari Ini Andika Mengatakan, "Mana Pak Kapolsek, Katanya Mau Ngeluarin Alat Bajak Dari Lokasi, Tapi Kenapa Sampai Dengan Detik Ini, Masyarakat Kampung KJM Masih Menggarap lahan Tersebut, Serta Apakah Seperti Itu, Tugas Dari Aparat Penegak Hukum Kepolisian Republik Indonesia Hanya Berpihak Kepada Masyarakat Kampung Setempat, Apa Bedanya Dengan Masyarakat Dente Teladas, Kami Juga Warga Negara Republik Indonesia, Bukankah Tugas Aparat Penegak Hukum, Untuk Mengayomi Semua Lapisan Masyarakat, Kenapa Ini Di Beda - Bedakan, kata Andika.

Andika menambahkan Saya meminta Kepada Kapolri, Kepada Kapolda Lampung, Serta Kapolres Tulang Bawang, Agar Tidak Diam Apa Yang Di Lakukan Oleh Kapolsek Rawa Jitu Selatan, Dengan Pembiara Terhadap Masyarakat kampung KJM Yang Sampai Dengan Saat ini Masih Menggarap Lahan Tersebut, Dengan Ini Dugaan Kuat Kapolsek,Berpihak Atau membekingi masyakat perambah (penyerobot) tanah hak ulayat masyarakat hukum adat kampung teladas. Kapolsek tidak mengacu kepada surat yang kami buat pada tanggal 03 Desember 2017, Di Bandar Lampung , yang mana waktu buat surat tersebut disaksikan oleh Kapolsek dan diketahui oleh  Sri Gunawan kepala kampung karya jitu mukti,

Apa Bila Masyarakat kampung Karya Jitu Mukti Masih Menggarap Lahan Tersebut, Maka dalam waktu dekat Ribuan masyarakat dente teladas akan turun ke lokasi tersebut. 


"Kami Masyarakat Dente Teladas Akan Datang Dengan Massa Yg Lebih Banyak Lagi, Bukan Hanya Ratusan, Tapi Ribuan Masa Yang Bakal Kelokasi Tanah Hak Ulayat Adat Dente TeladasTersebut, Serta Kami Akan Melaporkan Permasalahan Ini Ke Presiden Ri, Dan Mabes Polri, Serta Ke Polda Lampung,"Tutup Andika. (effendi)