Aneh!!!!!! Guru Jual LKS Kepsek Tidak Tahu

Iklan Semua Halaman

.

Aneh!!!!!! Guru Jual LKS Kepsek Tidak Tahu

Sku Metropolitan
Kamis, 01 Februari 2018
Bekasi, METRO.
Meski sudah dilarang, beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi masih saja menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswa. Larangan sekolah menjual LKS pada siswa itu diatur dalam Pasal 181 Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 yang menerangkan bahwa, penyelenggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran, serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan.

Aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.

Ketua DPC LSM Grasi, Malau, menyorot hal itu. Menurutnya, tidak semua sekolah mematuhi larangan tersebut. Terbukti dengan sejumlah wali murid yang mengeluhkan dan melaporkan praktek jual beli LKS tersebut pada dirinya.

Dari keluhan sejumlah walimurid tersebut, anak- anak mereka disuruh membeli LKS oleh pihak sekolah dengan harga mencapai ratusan Rp 117.000 untuk sebelas buku. LKS disuruh beli di slaah satu tempat yang sudah ditentukan oleh pihak seolah. Bahkan buku LKS disuruh beli di rumah salah satu pengawai sekolah. Seperti yang terjadi di Sekolah Wanasari 08 Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi.

Salah seorang orang tua siswa yang ditemui di sekolah mengatakan, yang menjual LKS adalah guru seharga Rp 110.000, Sembilan buku. Tetapi tidak semua orang tua siswa yang mau membeli buku LKS tersebut, ucapnya.  

Sementara orang ua lainnyaa mengatakan, saya tidak beli buku LKS, yang saya beli adalah buku semar seharga Rp 60.000. Kalau saya beli buku LKS lagi aku tidak punya uang, jelasnya.

Sementara itu, kepala sekolah SD Negeri Wanasari 08, Ujang, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya menuturkan, “kami tidak pernah melakukan penjualan buku LKS. Kalau ada oknum guru yang menjual LKS ke orang tua siswa, itu diluar pengetahuan saya” tuturnya.


Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Heri Erlangga ketika dikonfirmasi mmenjelaskan, penjualn LKS di sekolah sudah dilarang. Jadi kalau masih ada sekolah yang melakukan penjualan buku LKS, sudah melanggar aturan, jelasnya.(red)