Lahan Pertanian Berubah Jadi Perumahan

Iklan Semua Halaman

.

Lahan Pertanian Berubah Jadi Perumahan

Sku Metropolitan
Selasa, 27 Februari 2018
BEKASI, METRO- Pada tahun 1950-an Kabupaten Bekasi merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Jawa dengan luas lahan pertanian yang melimpah dan jumlah penduduk yang petani yang banyak. Semenjak tahun 1990-an Kabupaten Bekasi menjadi wilayah yang potensial untuk mengembangkan Industri. Hal tersebut  yang mengakibatkan penurunan luas lahan pertanian  dan lapangan pertanian.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bekasi, H.Mulyana Muchtar mengatakan untuk menjaga menurunya luas lahan pertanian perlu mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.Sehingga untuk mengamankan sejumlah lahan pertanian agar tidak dialifungsikan maka harus secepatnnya di selesaikannya perda tentang Lahan pertanian, pangan berkelanjutan (LP2B).

Disamping, Perda LP2B maka hendaknya juga Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi agar tetap terjaga harus adanya penataan dan pendataan terhadap lahan lahan masih produktif, “harus by name by address, lahan siapa, alamatnya dimana itu harus jelas”,Kata Mulyana Muchtar

Menurunya,lahan pertanian di Kabupaten Bekasi juga, di dasari lemahnya pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan tanahnya, karena lahan tersebut dapat dijual, pada hal , disisi lain Bekasi ini merupakan lumbung padinya Jawa Barat, dan masih ada target kearah sana” terangnya kepada wartawan Metropolitan

Lanjutnya lagi, hari ini belum kritis terkait dengan pangan itu, tapi suatu saat tidak komitmen mempertahankan lahan pertaniannya , maka Bekasi tidak dapat mandiri (Red-Ketahanan Pengan), justru malah tergantung pada daerah lain, sehingga menurut Mulyana Muchtar Pemerintah Bekasi, perda LP2B harus sesegera mungkin di sahkan.

“Karena lahan yang dilindungi dalam LP2B merupakan bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan”, Terangnya

Walaupun belum secara langsung berdampak terhadap peningkatan produksi pangan, setidaknya kebijakan LP2B ini dapat mengamankan sejumlah lahan pertanian yang ada dari pengalih-fungsian lahan, sehingga efeknya dapat dirasakan untuk jangka panjang. Namun demikian, tantangan dalam meningkatkan produksi pangan ini tidak hanya terkait dengan permasalahan lahan seperti pengalih-fungsian lahan dan degradasi lahan, hal lainnya seperti perubahan iklim juga perlu diwaspadai demi tercapainya ketahanan pangan bekasi” Pungkasnya

“Kalau melihat daerah lain ,bahkan sampai industripun digusur untuk di jadikan sawah kembali menjadi lahan pertanian, mumpung belum belum terlanjur, merubah industri menjadi lahan pertanian, apalagi semakin meningkatnya Pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Bekasi bukan hanya dari angka kelahiran akan tetapi dari jumlah urbanisasi “, Ujar Mulyana Muchtar


“Komiten tersebut tentu harus dibumbuhi dengan keseriusan DPRD Kabupaten Bekasi dan pemerintah untuk sesegera mungkin menyelesaikan perda LP2B, hanya dengan ini, karena kalau belum terbentuk perda tersebut, maka akan sulit pemerintah mempertahan lahan pertanian, karena akan habis dengan invetasi yang lain”,Tutupnya (Advetorial/Ely)