Laporan Dana Bos Rekayasa? Biaya Perawatan Ratusan Juta Kondisi Gedung Memperihatinkan

Iklan Semua Halaman

.

Laporan Dana Bos Rekayasa? Biaya Perawatan Ratusan Juta Kondisi Gedung Memperihatinkan

Sku Metropolitan
Sabtu, 17 Februari 2018


Bekasi, Metro
Harapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan pendidikan khusnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), nampaknya masih sebatas isapan jempol. Buruknya sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi potret buram dunia pendidikan.

Sebagai sarana menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, infrastruktur pendidikan merupakan salah satu penunjang penting yang dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menghasilkan kualitas kegiatan belajar mengajar yang baik. Namun, pada kenyataannya, berbagai program pembangunan di sektor ini belum mampu menuntaskan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan buruknya infrastruktur pendidikan.

Salah satu bukti buramnya wajah dunia pendidikan di Bekasi adalah kondisi sekolah yang rusak dan pembangunan yang mangkrak. Selain karena tidak memenuhi standar, kondisi ruang kelas pun banyak yang rusak. 


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Tarumajaya salah satu contoh yang mengalami kerusakan. Meski letaknya di perbatasan Ibukota Negara, kondisi sarana pendidikan tersebut sudah memprihatinkan. Akibat kurangnya perawatan, kegiatan belajar mengajar menjadi tidak nyaman, hal itu dikatakan Ketua DPC LSM Grasi, Malau, kepada wartawan baru- baru ini.

Pengamatan wartawan SKU Metro politan dilapangan, kondisi beberapa ruangan belajar sangat memprihatinkan. Kalau keadaan seperti itu tidak segera diperbaiki dikwatirkan kan mencelakai siswa yang sedang belajar. Beberapa plafon sudah ambruk, pintu ruangan rusak diduga akibat termakan usia.

Padahal dalam laporan rekapitulasi dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2016, tercatat biaya perawatan dialokasikan biaya perawatan Triwulan , 1,Rp 28.083.000, tiwulan ke, 2, Rp 38.240.000, triwulan ke 3, 20.940.000, dan triwulan ke, 4, Rp 37.540.000. Total dalam satu tahun biaya perawatan sekolah sebesar Rp 124.803.000, gedung mana aja yang dirawat? Diduga pengelola sekolah melakuka rekayasa dalam pembuatan laporan tersebut. Hal itu terbukti dengan kondisi gedung sekolah yang sangat memprihatinkan.
 
Kepala sekolah SMK Negeri 1 Tarumajaya, Saparudin, ketika mau dikonfirmasi, tidak ada di tempat, konfirmasi tertulis, No: 050/Konf/RED/MP/I/2018, tangal, 23 Januari 2018,  juga tidak ada jawaban.
Sumber Metro mengatakan, tidak dirawatnya gedung sekolah SMK 1 Taruma jaya diduga kerena ada rencana peminhan gedung sekolah. Tetapi rencana itu tidak kunjung tiba, hingga saat ini siswa masih belajar di gedung yang sudah ada. Sedangkan lokasi pemindahan sekolah SMK 1 Taruma jaya belum ada kejelasan, tuturnya. (dpt/dayat/josua)