Toto Suripto: Tradisional Jaipong Jawa Barat, Agar Segera Melegalisasi Right Patent

Iklan Semua Halaman

.

Toto Suripto: Tradisional Jaipong Jawa Barat, Agar Segera Melegalisasi Right Patent

Sku Metropolitan
Kamis, 01 Februari 2018
Karawang, METRO - Ketua DPRD Karawang Bapak Toto Suripto mengupas tuntas hal sejarah Seni Jaipong yang butuh bukan lagi segera diputuskan, tapi di legalisasi secara Right Patent melalui unsur yang memiliki kewenangan dalam mengatur secara hukum Hak Intelektual nya, sementara Pemerintah Daerah melalui lembaga terkait nya terlihat sibuk selama hampir 20 tahun ini tidak pernah tuntas secara serius dalam mengurusi hal yang sebetulnya kecil ini.

Tari Jaipong ini merupakan penggabungan beberapa seni tradisional seperti pencak silat, wayang golek, ketuk tilu dan lain – lain. Tarian ini sering di tampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan festival budaya.Menurut sejarahnya, Tari Jaipong ini merupakan tarian yang di ciptakan oleh seniman bernama H. Suanda dari Karawang. Tarian ini mulai di populerkan pada tahun 1976 melalui media kaset dengan nama “Suanda Grup”. Pada saat itu masih menggunakan instrument sederhana sebagai pengiringnya seperti gendang, ketuk, kecrek, goong, rebab dan sinden. Melalui media kaset rekaman tersebut ternyata mendapat respon yang baik dari masyarakat Karawang sehingga tarian ini menjadi sarana hiburan bagi masyarakat disana. 

Jaipong adalah kesenian tradisi milik Kota Karawang yang sejak tercipta nya sudah mengalami 3 (tiga) kali perubahan klaim penyebutan nya dari mulai, Ketuk Tilu, lalu Kliningan, dan terakhir menjadi Jaipong. Bahkan arti dari Goyang Karawang yang menjadi gimmick kota Karawang itu sendiri banyak memiliki persepsi dari konotasi yang dianggap menyimpang sampai gimmick Goyang Karawang tersebut dimaksudkan oleh sebagian orang  merupakan  Semboyan Semangat Perjuangan Negeri Republik Indonesia Ini. “Digoyang semangat nya berawal dari Kota Karawang di Rengasdengklok, pertama kali Teks Proklamasi di kumandangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno dan Wakil nya Bapak Moch. Hatta,” tutur H. Toto Suripto, kepada Sinfonews.com. Rabu (24/01) 

Menurut lelaki yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kab. Karawang ini, konotasi Gimmick Kota Karawng yaitu Goyang Karawang ini pun sebetulnya adalah unsur bunyi pukulan atau hentakan kendang Jaipong yang begitu penuh Dinamis. “Kalau menurut orang Sunda Karawang nya sendiri, Blaktuk Blaktuk nya bunyi pukulan / hentakan kendang nya Jaipong ini sangat dinamis dengan gerakan tarian Jaipong nya itu sendiri, dan full power saat staccato kendang itu menghentak dikawal oleh penari penari nya,” jelasnya 

Ketua DPRD Karawang memberi sinyalemen kuat bagi para pelaku seni khusus nya di Kota Karawang untuk akan lebih bersinergi dengan beliau yang memberi pengakuan, Bahwa Ketua DPRD Karawang adalah Godfather nya Jaipong atau Beliau adalah Bapak Angkat Kesenian Jaipong yang sepenuhnya Kesenian ini adalah berasal dan milik Kota Karawang. “Saya sebagai bapak angkat dari Kesenian Jaipong dan berusaha untuk mengembalikan kejayaan seni tari tersebut yang asli milik Kota Karawang,” pungkasnya (CANDRA.H/KARTAWI)