Diduga Melanggar Aturan Kampanye, Team Calon Gubernur Aniaya Wartawan

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Melanggar Aturan Kampanye, Team Calon Gubernur Aniaya Wartawan

Sku Metropolitan
Sabtu, 31 Maret 2018


AMBON, METRO
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Nomor Urut 1, yakni Said Assagaff - Andarias Rentanubun dengan jargon SANTUN nampaknya tak menunjukkan cara-cara santun dalam berpolitik. Kendati begitu banyak cara kepicikan yang di munculkan dalam pesta demokrasi di Maluku akhir-akhir ini.

Para pemimpin daerah yang dijadikan sebagai ketua-ketua team pemenangan jargon SANTUN dengan sengaja melibatkan pejabat badan usaha milik negara, pejabat badan usaha milik daerah, Aparatur Sipil Negara, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, anggota Tentara Nasional Indonesia, dan sejumlah Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah serta perangkat Desa atau sebutan lain/perangkat Kelurahan.

Padahal, dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pilkada telah dengan jelas melarang calon melibatkan pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dalam Kampanye, calon dilarang melibatkan: a. pejabat badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah; b. aparatur sipil Negara, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan anggota Tentara Nasional Indonesia; dan c. Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah dan perangkat Desa atau sebutan lain/perangkat Kelurahan’. Bahkan, pada Pasal 189 Undang-Undang itupun telah dengan tegas menyatakan tentang sanksi pidana yang bisa dikenakan apabila ada calon yang melanggar undang-undang dimaksud.

Sebagaimana ketentuan Pasal 70 ayat (1), ancaman dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp 6.000.000,00 (enam juta rupiah)’.

Banyak fakta yang telah diadukan oleh sejumlah pihak  hanya saja, dibiarkan pihak Panwaslu, alasannya tidak ada bukti fisik yang dapat di pertanggung jawabkan sebagai dasar hukumnya guna ditindak lanjuti, ucap salah satu pimpinan SKPD Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang enggan namanya dikorankan, Kamis, 29/03/18

Dikatakan, pembiaran akan terus terjadi secara sistematik. Sebab secara terstruktur komando petahana pada line KPU, Bawaslu sangat kuat sehingga sulit di bongkar.
Kendati memiliki jargon SANTUN dalam Pilkada Maluku, ternyata team pasangan Said Assagaff Andreas Rentanubun terkesan ‘cemas’ sehingga banyak cara yang dipakai untuk menguatkan posisi pasangan SANTUN.

Bersamaan dengan itu, menjadi sorotan publik tindak tanduk jargon santun ini pun tersorot kamera setelah melakukan pertemuan terbuka yang diseting-seakan akan bukan merupakan pertemuan politik antara Calon Gubernur dengan sejumlah petinggi (pejabat) dinas badan pemerintah Provinsi Maluku.

Buktinya pertemuan politik antara para pejabat bersama Calon Gubernur Nomor Urut 1 itu diantaranya : Sekda Maluku Hamin Bin Taher, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ismail Usehamu, Kepala Dinas Pendidikan Saleh Thio, dan staf ahli Gubernur Maluku Husen Marasabessy serta beberapa pengurus partai politik pendukung SANTUN, Kamis 29/03/18

Pertemuan tersebut secara tidak langsung terkontrol dan tersorot kamera wartawan kala itu, dan berujung penganiayaan terhadap wartawan.
Pasalnya, Sam yang duduk di posisi berhadapan dengan Calon Gubernur Maluku yang berdampingan dengan Husen Marasabessy, lalu mengambil  heanphone miliknya dan mencoba mengabadikan momentum ini.

Melihat hal itu, para pejabat dan calon Gubernur Jargon SANTUN Said Assagaf langsung kaget sembari membatasinya untuk mengabaikan momentum (pertemuan) Said Assagaff bersama sejumlah pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Melihat jepretan kamera heanphone wartawan, para pendukung Said dan sejumlah pejabat daerah itu mulai gelisah ala ‘cacing kenal kapur’. Tak menerima di jepretan wartawan Sam tersebut calon gubernur Maluku ini naik pitam. Tak terbendung akhirnya semua pejabat daerah itu kemudian melancarkan aksi mereka dengan mendatangi wartawan dengan berberapa tingkah arogan penuh intimidasi spontan dilancarkan.

"Hee oce foto-foto apa,? Ambil Hp itu, hapus foto-foto itu. Sambarang saja, hapus, polisi mana, polisi mana, ini bukan kampanye," kata Husen staf ahli gubernur Maluku saat itu.

Selain Husen Calon gubernur Maluku Said Assagaff juga ikutan mengamuk dan mendesak Sam untuk menghapus jepretan fotonya tersebut.
"Kamu hapus foto itu, siapa yang menyuruh kamu foto, ambil Hp itu lalu hapus foto-foto itu dari dia Hp. bantingkan saja," kata Assagaff saat mengintimidiasi Sam saat itu. Sembari itu beberapa pria berbaju preman menghampiri Sam dan merampas Hendphone serta mengintimidasinya.

“Melihat hal itu beberapa rekan jurnalis mencoba berdiri dan menghalau gerak mereka, termasuk Sekretrais AJI Ambon Nurdin Tubaka yang duduk di meja terpisah depan rombongan Said Assagaf calon Gubernur Maluku.

Abu Bakar Marasabessy alias Abu King yang mendadak datang kembali dan melayangkan dua kali tamparan ke wajah wartawan Sam. Bahkan, beberapa oknum itu mereka terus mencoba dekati sam untuk menghajarnya akan tetapi keinginan untuk mengeroyok sam akhirnya gagal karena beberapa rekan jurnalis lainnya yang berada di dekat korban ikut melarai, sekitar pukul 18.00 WIT, Assagaff dan rombongan meninggalkan tempat kejadian perkara, Kamis/29/03/18.

Kabarnya setelah di perlakukan seolah-olah kepada Sam, atas kejadian tersebut pada Kamis Pukul 21.00 WIT, Sam, didampingi sejumlah jurnalis mendatangi Polda Maluku dan melaporkan kejadian tersebut dengan dua laporan. Pertama penganiyaan dan kedua upaya menghalang-halangi kerja jurnalis sebagimana ketentuan pidana Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Atas laporan itu, Sam dan sejumlah saksi di periksa pada pukul 00.45-03.00 WIT di Mapolda Maluku.

Menaggapi kasus penganiaayaan terhadap wartawan, Aliansi Jurnalis Indonesia  (AJI) Ambon meminta Polda Maluku serius menangangi laporan yang telah disampaikan. AJI Ambon mendorong para Calkada agar bersikap bijak dan arif, menghormati kerja-kerja jurnalis. Karena tugas jurnalis itu dilindungi UU,” kata Abdul.

Dikatakan,Pers adalah pilar demokrasi, tidak siapapun berhak melakukan tindakan intimidasi apalagi melakukan tindakan kekerasan verbal saat jurnalis sedang melaksanakan tugasnya.

“Kami juga mendesak Bawaslu Maluku untuk memeriksa para Kepala Dinas yang namanya disebutkan di atas terkait dugaan keterlibatan mereka sebagai ASN dalam politik praktis Pilgub Maluku.

Selain itu, pihak AJI juga meminta Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) segera memeriksa para penjabat yang namanya disebutkan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam politik praktis Pilgub Maluku.

“Kami berharap proses hukum yang kami lakukan bisa memberi efek jerah bagi siapapun sehingga ke depan tidak terjadi lagi aksi kekerasan kepada jurnalis saat melakukan liputan,” pungkasnya.

Ditempat yang terpisah, salah satu tokoh muda Maluku, Moh Latuconsina, S.Pd via wathappnya kepada SKU Metropolitan, menyesalkan sikap dan tindakan yang telah dilakukan bagi wartawan oleh Said Assagaf dan gerombolannya.

Tindakan abuse of power, penyalagunaan kewenangan dan pelecehan atas tugas jurnalis, mestinya Said Assagaff memberi contoh baik agar terbangun hubungan mesra dengan para jurnalis sebagai mitra, bukan sebaliknya, “siapapun dia yang tidak mau untuk di pose atau diberitakan maka jangan jadi pejabat publik,”ucapnya

Ditambahkannya, intimidasi bahkan sampai pada kekerasan fisik terhadap jurnalis adalah merupakan pelanggaran terhadap UU. “Tagline harus sama dengan sikap. Tidak ada kesantungan sehingga, tidak ada jalan lain kecuali proses hukum. Intinya memproses tindakan penganiayaan dan para ASN yang ikut bersama-sama dengan Said Assagaff, mengingat yang bersangkutan dalam masa cuti diluar tanggungan Negara,”kecamnya

"Harapan Latuconsina, kekerasan terhadap para pekerja pers (jurnalis) harusnya dipangkas. Sebab kata Dia (red. Intimidasi dan kekerasan susulan dari pihak manapun kepada kawan-kawan jurnalis harus dihentikan, kerena dari merekalah pejabat publik bisa dikenal oleh masyarakat dan terkhusus buat kandidat dan ASN harus menempatkan diri pada tempatnya dan jaga netralitas dalam pesta rakyat," pungkasnya (Max)