“Drama” OTT Oknum Pejabat BPN Kabupaten Bekasi, Tangkap Lepas?

Iklan Semua Halaman

.

“Drama” OTT Oknum Pejabat BPN Kabupaten Bekasi, Tangkap Lepas?

Sku Metropolitan
Sabtu, 31 Maret 2018
Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Lutfhi Sulistiawan menunjukkan barang bukti kasus pungutan liar BPN Kabupaten Bekasi saat konferensi pers di Lobi Mapolrestro, Jumat 16 Maret 2018. Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua oknum pegawai BPN sebagai tersangka yakni IS (48) dan RR alias Boy (33), Rabu, 14/3/2018 


BEKASI, METRO
Awal bulan Maret, Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Oknum Pengawai,  Badan pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi karena diduga melakukan  pungli kepengurusan  jasa ukur tanah, selasa (13/03/2018) lalu. Adapun oknum yang tertangpa OTT adalah IS (48), Kasubsi dan RR alias BY (33) sebagai Staff.

Meskipun Sudah terjaring dalam OTT atas dugaan pungli, tetapi penahanan terhadap oknum pejabat  yang mengabdi di Badan pertanahan Nasional itu  tidak berlangsung lama “ Drama OTT Oknum pejabat  BPN Kabupaten Bekasi pun belansung, IS ( 48) dan RR alias BY (33) itu di tangkap lalu di lepas, Benarkan?.
Suasana OTT yang dilakukan Unit Krimsus Polres Metro Bekasi dan Pidsus Kejari di BPN Kab bekasi
Walapun sudah menetapkan kedua PNS tersebut sebagai tersangka dalam resel resmi dihadapan Media Massa namun, hingga saat ini penyidik belum juga menahan kedua ( Red- PNS BPN) tersangka. Apalagi masih mencari alat bukti karena sangat tidak masuk akal. Kalau masih mencari alat bukti, kenapa oknum BPN terkena OTT?.

Menurut Pengamat Hukum Dr. Manotar Tampubolon,SH, MA, MH, DPL.HR mengatakan, bahwa  OTT yang dilakukan oleh  tim saber pungli telah menyita beberapa alat bukti,  namun yang menjadi  masalah  adalah tindakan  polisi yang menangkap  kemudian dilepas bentuk “Obstruction of Justice” artinya Polisi dalam hal ini sudah melanggar Hukum Acara karena melakukan  tangkap lepas kepada seseorang.

“Saat tangkap Tangan sudah ada dua alat bukti, diduga kuat terjadi tindakan pidana oleh Oknum BPN,” Kata Manotar.
Menurutnya, tindakan jajaran penyidik Polrestro Kabupaten Bekasi harus segera dilaporkan  ke komisi Kepolisian. Karena  disana kuat dugaan adanya pelanggaran kode Etik POLRI.
“Kemungkinan ada suap terhadap aparat Polri, sehingga berani melepaskan yang diduga melakukan korupsi” Kata Pria lulusan Doctor of Philosophy (PhD), Law and Human Rights dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Kepada wartawan SKU Metropolitan, Sabtu (31/3/2018).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Bekasi Kabupaten, Rizal Marito, membenarkan bahwa tidak ada penahanan dalam kasus pungli ini.
Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi AKP Widodo Keluar Kantor Kepala  BPN Kabupaten Bekasi Deni Santo Rabu, 14/3/2016  Kira Kira siang

“Penanganan kasusnya sudah berjalan dan ditangani Tim saber pungli Kabupaten Bekasi. Statusnya sudah tersangka dan dalam proses melengkapi alat bukti. Saat ini, berdasarkan hasil gelar perkara, untuk kepentingan penyidikan belum sampai pada tahap penahanan,” kata dia.

Berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, penahanan seseorang didasarkan dalam dua pertimbangan yakni, objektif dengan mengacu pada aturan yang berlaku serta subjektif yang didasari pertimbangan penyidik dari hasil gelar perkara.

Secara subjektif, seseorang ditahan lantaran dikhawatirkan dapat melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi hingga dikhawatirkan dapat melakukan atau mengulangi tindakan melawan hukum lainnya.

Disinggung mengenai apakah penyidik tidak khawatir jika kedua tersangka pungli melakukan hal tersebut, Rizal menyatakan, penyidik memiliki pertimbangan lain.

“Penyidik menilai tersangka tidak akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana. Maka si tersangka tidak perlu ditahan,” ucapnya Jumat (16/3) kepada awak media.

Sebelumnya Wakil Kapolres Metro AKBP Luthfie Sulistiawan, menjelaskan, operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan langsung oleh Satgas Saber Pungli pada Rabu (14/3/2018) setelah mendapat laporan dari perwakilan perusahaan pengembang.

Perusahaan pengembang itu tengah mengurus balik lama 75 sertifikat. Setelah proses balik nama selesai, oknum PNS BPN dengan jabatan kepala seksi dan staf tersebut meminta Rp 400.000, tiap sertifikat. Pengaju balik nama keberatan dan melaporkan hal itu ke Saber Pungli.

“Pada hari H polisi melakukan OTT ditemukan barang bukti Rp10 juta dan kemudian kita temukan lagi Rp10 juta. Ada tersangka inisial I dan B sedang proses melengkapi berkas. Semua masih terus berproses sampai hari ini,” kata Luthfie.

Mengenai kedua tersangka yang tidak dihadirkan dalam konferensi pers, Luthie menjelaskan, karena masih dalam pengembangan. Ia menegaskan kasus ini masih terus berproses.

“Ini pertama kali (konferensi pers, Red). Apakah hanya ini (tersangka) atau ada yang lain. Ini masih terus kita periksa. Untuk progress perkembangan kita informasikan,” jelas mantan kepala Polres Brebes itu.

Barang bukti yang diamankan ialah, 70 sertifikat, uang tunai Rp20 juta, ponsel tersangka, dan server CCTV.

Atas kasus ini, kedua tersangka dijerat pasal 12 huruf e Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Ancaman hukumannya paling lama seumur hidup dan paling singkat empat tahun penjara. Kemudian denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” kata Luthfie.
Sementara Kepala BPN Kabupaten Bekasi, Deni Santo, lebih banyak memilih diam dan memasuki mobil dinasnya.

“Tapi,dia tidak membantah jika kedua pegawainya kena OTT. “Kalau untuk saat ini kami belum siap memberikan klarifikasi karena saya masih rapat,” katanya kepada beberapa wartawan di Kantor BPN Kabupaten Bekasi,  usai menerima tamu Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi AKP Widodo,  Rabu ( 14/3/18) (Martinus)

Kronologis
1. Selasa, 13/3/2018
Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Oknum Pengawai  Badan pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi karena melakukan  pungli kepengurusan  jasa ukur tanah, lalu.diantaranya dua oknum pengawai adalah IS (48) yang menjabat Kasubsi dan RR alias BY (33) sebagai Staff.

2. Rabu, 14/3/2016  Kira Kira Pukul  14:30 WIB
Kanit Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi AKP Widodo Keluar Kantor Kepala  BPN Kabupaten Bekasi Deni Santo

3. Rabu, 14/3/2016
Kepala BPN Kabupaten Bekasi Deni Santo lebih banyak memilih diam dan memasuki mobil dinasnya.

4. Rabu, 14/3/2018 : Kira3 21:00 Wib Kompresni Press
Wakil Kapolres Metro AKBP Luthfie Sulistiawan, menjelaskan, operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan langsung oleh Satgas Saber Pungli pada Rabu (14/3/2018) setelah mendapat laporan dari perwakilan perusahaan pengembang. Barang bukti yang diamankan ialah 70 sertifikat, uang tunai Rp20 juta, ponsel tersangka, dan server CCTV.