Kepsek Diduga Pungli, Kadis Pendidikan Tutup Mata?

Iklan Semua Halaman

.

Kepsek Diduga Pungli, Kadis Pendidikan Tutup Mata?

Sku Metropolitan
Minggu, 04 Maret 2018
Minggu, 4 Maret 2018 17.40 WIB

Gambar pintu masuk SMPN 1 Cikarang Barat

BEKASI, METRO.
Dengan dalih biaya perpisahan, Biaya UNBK dan biaya Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pengelola sekolah SMP N 1 Cikarang Barat melakukan pungutan dari orang tua siswa jutaan rupiah. Hal itu dikatakan Ketua DPC LSM Grasi, Malau kepada wartawan baru- baru ini.
Malau, menjelaskan,  orang tua siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Jawa Barat,  diwajibkan membayar biaya perpisahan sebesar Rp 1.200.000, ditambah Rp 150.000./siswa, untuk biaya Ujian Nasional Berbasis Komuter (UNBK). Sedangkan kelas 7 dipungut biaya untuk Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) sebesar Rp 250.000/siswa.
Kebijakan kepala sekolah SMP N 1 Cikarang Barat sangat membebankan para orang tua siswa, kenapa perpisahan siswa kelas IX harus keluar kota?. Ditambah lagi biaya UNBK, kalau tidak mampu melasanakan UNBK, kenapa harus dipaksakan?, katanya heran.
Menurutnya, selain pungutan terhadap siswa kelas IX, siswa kelas tujuh (7) juga dipungut sebesar Rp Rp 250.000, dengan dalih LDKS. Kebijakan Kepala sekolah SMP Negeri 1 Cikarang barata diduga untuk mendapatkan keuntungan pribadi, bukan hanya meningkatkan mutu pendidikan, jelasnya.
Dia menambahkan, seharusnya tidak ada kasus pungli di lingkungan sekolah, lantaran pendidikan merupakan hak dasar yang mesti dilengkapi. ”Dipermendikbud No 75 tahun 2016 sudah khususnya di pasal 12 bahwa, komite sekolah baik tidak diperbolehkan meski sudah didiskusikan,” ujar Malau.
Kepala sekolah SMP Negeri 1 Cikrang Barat, ketika dikonfirmasi tentang pungutan di sekolah yang dia pimpin, tidak bersedia memberikan penjelasan tentang pungutan yang dilakukan. “saya tidak mau menjawab, tunjukkan dulu SKTU, tanpa  SKTU tidak perlu di jawab. Ketika ditanya apa SKTU, Kepsek tidak bersedia memberikan arti dari SKTU, mungkin maksud kepsek KTA, tanya wartawan, sambil menunjukkan kartu PERS, PWI yang ditanda tangani ketua PWI Pusat, Kepsek malah melecehkan kartu tersebut dengan ucapan “tukang Bala-bala juga bisa bikin kartu seperti itu” katanya.
Diduga  kepala sekolah SMP Negeri 1 Cikarang Barat belum memahami tugas, wartawan, tujuan wartawan untuk melakukan pengecekan tentang keluhan orang tua siswa, malah melecehkan wartawan. Diduga Kepala sekolah terusik dengan tindakannya melakukanpungutan diketahui wartawan. (dpt)