SDN Lambangjaya 02 Terisolasi, Pemda Tutup Mata

Iklan Semua Halaman

.

SDN Lambangjaya 02 Terisolasi, Pemda Tutup Mata

Sku Metropolitan
Rabu, 14 Maret 2018
Mushola yang ambruk

Bekasi, Metro
Pembangunan perumahan mewah menggilas situs-situs warisan budaya, menggusur kampung demi kampung, dan menjepit tempat pendidikan rakyat kecil. Dikelilingi ratusan hunian mewah, yang dinilainya puluhan millar rupiah, SDN Lambangjaya 02, Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Jawa Barat, tepatnya di Jalan Rawa Cibereum, Kampung Pekopen, Kelurahan Lambangjaya, tampak terisolisasi. Selain terisolasi, kondisi bangunan sangat memprihatinkan, bahkan musholla sudah ambruk rata dengan tanah.
bangunan nyaris ambruk

Kepala sekolah SD Negeri Lambangjaya 02, Entin Rustini, ketika ditemui wartawan SKU Metropolitan di ruang kerjanya menjelaskan, rencana tukar guling (Ruislag) sekolah ini sudah lama, tetapi hingga saat ini belum terealisasi. Lokasi sekolah ini dikelilingi perumahan mewah, yaitu Grand Wisata. Jumlah siswa setiap tahun selalu berkurang, karena lokasi sekolah sudah jauh dari pemukiman warga. Saat ini jumlah siswa kelas 1 hingga kelas VI, hanya 112 orang, jumlah guru PNS enam (6) orang termasuk kepala sekolah, guru honor 4 orang, TU 1 orang dan Penjaga Sekolah 1 orang. 

Adapun perbaikan sekolah yang dilaksanakan pada tahun 2017, dikerjakan oleh pihak Toyota. Sebelumnya beberapa ruangan sudah tidak ada ubin termasuk ruangan guru. Kalau tidak ada bantuan tersebut, kondisi ruangan belajar dan ruangan guru sudah sangat kumuh. Sedangkan dana pemeliharaan dari dana Biaya operasional Sekolah (BOS) tidak mampu untuk memperbaiki, karena jumlah siswa hanya 112 orang, katanya.
Tahun lalu (2017 red) bebepara anggota DPRD Kabupaten dari komisi IV bersama pengembang Grand Wisata sudah datang melakukan peninjauan, tetapi tidak ada tindak lanjut hingga sekarang, jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi sekolah sudah sangat memprihatinkan, ubin disetiap ruangan sudah banyak yang pecah, tiang penyangga sudah lapuk, dikuatirkan akan ambruk kalau tidak segera diperbaiki. Gedung Musholla, sudah ambruk rata dengan tanah. Kami telah menyuruh tukang untuk menambah tiang penyangga, tetapi sudah tidak bisa karena kondisi bangunan sudah termakan usia.
Tahun 2017, Tim dari Kementerian Pendidikan sudah datang meninjau kondisi sekolah ini, awalnya akan dilakukan perbaikan dengan merehap total seluruh bangunan. Tetapi karena sudah ada rencana tukar guling dengan pihak pengembang, pembangunan dibatalkan, ujarnya.
Bangunan yang membahayakan pelajar

Menurutnya, kalau tidak segera dilakukan tukar guling atau pembangunan gedung, dikhawatirkan akan memakan korban. Kami sebagai pengelola sekolah hanya mengharap segera dilakukan tindakan, apakah tukar guling atau pembangunan gedung sekolah.

Pihak pengembang telah menyediakan lahan dekat kantor Desa Lambangjaya seluas kurang lebih 3000 meter. Pihak pengembang juga bersedia melakukan pembangunan gedung baru kalau proses ruislag sudah selesai, tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC LSM Grasi, H. Malau, ketika dimintai tanggapanya tentang lambannaya Pemerintah Daerah Kabupaten melaksanakan tukar guling lahan SDN lambang jaya 02 Tambun Selatan, mengatakan, lambannya proses tukar guling SD Negeri Lambangjaya 02 Tambun Selatan diduga karena ada unsur kepentingan. Mungkin saja pemangku kekuasaan ingin mendapatkan bagian dari hasil tuar guling tersebut. Sementara keberadaan sekolah yang sudah terisolasi akibat pembangunan rumah mewah. Lahan disekitar sekolah sudah dikuasai oleh pengembang, masyarakat telah tergusur, mengakibatkan sekolah kekurangan siswa.

Kalau pemerintah daerah Kabupaten serius memikirkan sarana pendidikan, tidak sulit melakukan tukar guling (ruislag) dengan pihak pengembang. Bisa saja pemerintah Daerah melakukan tukar guling sesuai dengan Permendagri nomor 1 tahun 2016, tentang pengelolaan Aset desa  dan Permendagri Nomor 17 tahun 2007, tentang Pedoman Tiknis Pengelolaan barang milik Daerah.(dpt)