Bupati Berjanji Mencari Solusi Untuk Petani Teluk Jambe.

Iklan Semua Halaman

.

Bupati Berjanji Mencari Solusi Untuk Petani Teluk Jambe.

Sku Metropolitan
Senin, 16 April 2018

KARAWANG-METRO - Bupati Kabupaten Karawang, Cellica Nurrahadiana mengelar pertemuaan dengan perwakilan Warga petani dari tiga  Desa yakni Wanasari, Wanakerta dan Margamulya,Kecamatan Teluk Jambe berlangsung di ruang rapat Bupati lt 2 Gedung singaperbangsa kabupaten karawang  pada hari jumat, (13/4),

Pantauan SKU Metropolitan, pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPRD  Kabupaten Karawang Toto Suripto, Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan,perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan kuasa hukum dan Notaris PT Buana Makmur Indah (PT BMI) anak perusahaan dari PT Agung Podomoro Land (APL).
“Pertemuan hari ini adalah merupakan tindak lanjut penyelesaian persoalannya (Red-sengketa lahan),”kata Kuasa Hukum Warga petani dari tiga  Desa yakni Wanasari, Wanakerta dan Margamulya, Jhonson Panjaitan, usai mengikuti rapat,
“tapi kelihatan tidak ada  niat baik dari PT BMI, karena itu hari ini saya atas nama masyarakat petani dari tiga  Desa yakni Wanasari, Wanakerta dan Margamulya tidak akan menjual tanah tersebut” Kata Jhonson
“Tetapi perihal dijual atau tidak, tetap saja Pemkab Karawang harus berusaha mempasilitasi, agar persoalan kasus sengketa lahan ini jelas,” terangnya
“Apabila warga petani tidak menjualnya kepada pihak ketiga , maka hak pengusaanya juga harus jelas ‘ Ungkapnya
Jhonson juga menggugkapkan untuk pihak yang hadir dari pengembang PT Buana Makmur Indah (PT BMI) diwakilkan kepada pengacaranya dan notaris.” Pada kesempatan itu mereka menyapaikan ingin membeli lahan tersebut, akan tetapi (Red-PT BMI) tidak menyebutkan nilai Harganya
“Akan tetapi lahan tersebut tidak dijual” tegas Jhonson
Sebelumnya ribuan  massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) seJawa Barat bersama dengan warga petani Teluk Jambe selasa (10/4/2014), menutut hak atas tanah warga  Desa Wanakerta, Wanasari dan Margamulya di Kecamatan Teluk Jambe, yang diduga dikuasai secara paksa oleh salah satu anak perusahaan pengembang terkemukan PT. Agung Podomoro Land Tbk (APL),
“Pada prinsipnya Perintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Ketua DPRD Karawang  bersama dengan Kapolres  dan rekan rekan muspiada ,ingin memiliki kewajiban  mendengarkan aspirasi dari masyakarat,”Kata Bupati Pemerintah Kabupaten Karawang Cellica Nurrachadiana, saat lokasi tanah yang di berada di kawasan KIC Karawang Barat, selasa (10/4/2018)
Dirinya, ikutnya pemerintah mendampigi petani dari tiga  Desa yakni Wanasari, Wanakerta dan Margamulya kelokasi lahan karena kwatir ada terjadi bentrok
“sebab masyarakat menyakini bahwa lahan tersebut merupakan milik mereka” ujar Cellica
“untuk sementara saat tiba dilahan tersebut dilakukan pemetaan lahan  agar dapat digarap masyarakat petani dari tiga Desa yakni Wanasari, Wanakerta dan Margamulya, sampai ada proses pengadilan yang memutuskannya,” Terangnya
Cellica mengatakan menerbitkan SK untuk menagani komplik sosial yang terjadi sekarang dan sebagai ketua timnya adalah bupati bersama sama dengan forum pimpinan daerah dan kuasa hukum masyarakat di tiga desa
“Sebenarnya sebelumnya  mediasi yang berjalan sekarang ini  ditangani oleh Provinsi Jawa Barat, dan Kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat .”Namun karena sengketa lahan ada di kabupaten Karawang , kami juga berkewajiban mencarikan solusi yang terbaik pada baik dengan investor maupun masyarakat pada khususnya, sampai mencarikan ada titik temu yang tidak merugikan salah satu pihak. “ Ujar Cellica
Cellica mengatakan penyelesaian ini akan lebih mengutamakan masyarakat (petani dari tiga  Desa yakni Wanasari, Wanakerta dan Margamulya) akan tetapi keberadaan investor menjadi salah satu solusi untuk pembagunan daerah.
“Sekarang ini bagaimana kedua yang sedang bersengketa  ini disingkronkan agar tidak ada salah satu sama lain yang akan dirugikan” Pungkasnya.( Tigor/Martinus)