Cellica Berjanji Mencarikan Solusi Untuk Petani Teluk Jambe

Iklan Semua Halaman

.

Cellica Berjanji Mencarikan Solusi Untuk Petani Teluk Jambe

Sku Metropolitan
Rabu, 11 April 2018

KARAWANG, METRO -  Ribuan orang massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya MasyarakatLSMseJawa Barat bersama dengan warga petani Teluk Jambe selasa (10/4/2014), menutut hak atas tanah warga  Desa Wanakerta, Wanasari dan Margamulya di Kecamatan Teluk Jambe, yang diduga dikuasai secara paksa oleh salah satu perusahaan pengembang terkemukan PT. Agung Podomoro Land Tbk (APL), 


Aksi Solidarisas dari ribuan LSM-GMBI bersama sama warga petani 3 Desa melakukan orasi di depan komplek Pemkab. Massa menuntut Pemda untuk melakukan tindakan soal sengketa lahan yang sudah terjadi sejak 27 tahun dan meminta lahan mereka yang selama ini digarap supaya dikembalikan kepada warga yang memiliki sertifikat kepemilikan.

Sempat dilakukan mediasi di ruang rapat Pemda Karawang bersama Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Ketua DPRD, Toto Suripto dan Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan. Selanjutnya mengajak warga turun ke lokasi untuk kembali menanam pohon pisang dan berkebun timun suri di tanahnya tersebut.

“Pada prinsipnya Perintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Ketua DPRD Karawang  bersama dengan Kapolres  dan rekan rekan muspiada  , ingin memiliki kewajiban  mendengarkan aspirasi dari masyakarat. Kata Bupati Pemerintah Kabupaten Karawang Cellica Nurrachadiana,  lokasi tanah yang di berada di kawasan KIC Karawang Barat, selasa (10/4/2018).

Lanjut cellica, salah satu aspirasi masyarakat adalah mereka berkeyakinan teguh memiliki lahan yang tentu diputuskan oleh telah di putuskan oleh pengadilan
Dirinya juga menyapaikan bahwa lahan ini masih belum  memiliki setifikasi kepilikan lahan walapun sudah ada putusan putsan pengadilan karena sudah berposes sudah lama dan telah berkali-kali berporoses pengadilan bahwa suda ada sebelas kali sehingga mereka ( Red-Petani Teluk Jambe) menuntut apa yang menjadi haknya.
“ Mereka ingin menyampaikan aspirasinya secara masip, sehingga khawatir terjadi bentrokan sehingga mengatarkan langsung masyarakat khususnya para petani kelokasi yang memang garapan mereka” Kata Cellica.

Cellica juga mengatakan, bahwa setelah memetakan lahan tersebut boleh di pergunanakan oleha warga desa wanasari sekitar 2 sari sekitar 2 sampai 3 dusun dipersilakan untuk di gunakan .
“tetapi lahan  diseberang yang kini digarap warga telah  berdiri sebuah kantor, itu adalah pihak kantor swasta yang membagun .Namun persoalan siapa yang benar dan siapa yang salah tentu ada proses pengadilan yang memutuskan” terangnya.

Namun karena lahan itu belum di (Hak Guna Bagunan ) HGB  menurut Cellica warga petani Teluk Jambe ingin menyampaikan aspirasi bahwa ini adalah   lahan mereka.

Pada hari ini (selasa, 10/4/2018) , Cellica mengatakan bahwa  akan membuat SK didalamnya penganagan komplik sosial “ saya selaku ketua tim, bersama sama dengan forum pimpinan daerah nanti akan bergabung dengan kuasa hukum masyarakat di tiga desa ini dan juga teman teman yang turut megawal apa yang menjadi harapan masyarakat” terangnya.

“Dari situ pemerintah akan menjalin komunikasi dengan pihak ketiga” tuturnya
Karena jujur sampai sampai sekarang belum komunikasi dengan pihak ketiga” akuinya  
Alasanya bawah mediasi yang berjalan sekarang ini dikawal oleh pihak Propinsi Jawa Barat, Oleh Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat  dengan pihak-pihak stokhoder yang memang menyatukan mediasi itu sendiri. Dirinya juga mengakui bahwa belum ada kesepakatan yang utuh, dengan mereka (Red-petani Teluk Jambe).

Namun dirinyan mengatakan bahwa karena posisi lahan tersebut berada dikarawang 
Sehingga  menjadi kewajiban pemerintah mencarikan solusi yang terbaik pada pihak investor ataupun masyarakat pada khususnya. Sampai mencarikan titik temu yang tidak merugikan salah satu pihak,
“Masyakat yang utama penting, dan juga keberadaan investor menjadi salah satu solusi untuk pembagunan daerah , tapi bagaimana yang kedua ini disingkronkan agar tidak ada salah satu yang dirugikan satu sama lain”Pungkasnya.

Sementara  Kuasa hukum  para Jonshon Panjaitan mengatakan setelah Bupati Kabupaten Karawang berkomuniasi ke Jakarta, maupun melihat perkembangan dan menyepakati beberapa hal.

“ Bupati dan Kapolres Resort Karawang menandatangani berita acara salah satunya adalah Petani silakan menggarapa disini, dan tidak akan digangu dan akan di jaga brimob” Kata Jhonson kepada warga warga petani di lokasi.

“Kapolres menjamin itu, resikonya adalah jabatan dia” terangnya
“Jauh lebih penting , adalah kepastian penyelesaian ini akan diselesaikan hari jumat ( 14/4/2018)” Kata Jhonson.

Jhonson, juga menyapaikan perasaan yang kini dirasakan oleh warga petani teluk Jambe (Desa Wanakerta, Wanasari dan Margamulya) yang merupakan korban kebohongan dan penipuan, makanya sekarang akan dibuat berita acara.

kalau Dia( red-Pemerintah) menipu dan berbohong, Jhonson akan melaporkan persoalan ini kepada Presiden Republik indonesia Joko Widodo.

Lanjutnya, Bupati akan minta bantuan untuk menyelesaikan persoalan ini, sepanjang penyelesaian itu dilakukan, maka warga dipersilakan menggarap lahan.

Jhonson mengatakan bersama dengan LSM GMBI akan tetap mengawal persoalan tanah ini
Dirinya juga menyampaikan terimakasinya kepada LSM GMBI se Jawa Barat yang mau memperjuangkan nasib para petani yang ada di tiga Desa ini agar kembali mengusai kedaulatan para petani di Karawang, dan kita akan kembalikan kembali kedaulatan untuk para petani Karawang
“Saya berterima kasih kepada teman-teman semua yang hadir dalam melakukan aksi bela petani yang sudah menjunjung tinggi pancasila, dan masih menjungjung kedaulatan rakyat, dan sungguh sungguh berani mati untuk membela masyarakat Karawang,” Kata Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBIDistrik Wilayah III.

“Mungkin kita rela berkorban untuk para petani karna bahwasa nya, Pemerintah tidak mungkin membela petani-petani yang ada di Kabupaten Karawang karena Pemerintah hanya berpihak kepada parusahaan perusahaan.” Ungkap  pria yang akrab dipanggil Abah ini.

Sebagai sebagai lokomotiv perjuangan rakyat tertindas Abah Zaka mengatakan, agar  pemerintah Kabupaten Karawang  agar serius menanganinya persoalan ini , jika tidak maka LSM-GMBI akan datang dengan jumlah lebih besar dan lebih dasyat dari hari ini”Kata Abah.

Dirinya , juga berjanji akan terus memantau persoalan ini dari Kota Bekasi dan memberikan rasa bangga dan terimakasinya dan  bangganya kepada Ketua LSM GMBI Distrik karawang  beserta jajarannya. ( Tigor/Martinus)