Kejaksaan Diminta Usut Proyek Peningkatan Jalan Talang Tujuh-Air Medang

Iklan Semua Halaman

.

Kejaksaan Diminta Usut Proyek Peningkatan Jalan Talang Tujuh-Air Medang

Sku Metropolitan
Senin, 30 April 2018


Oku, Metro
Jalan merupakan urat nadi pembangunan. Proyek peningkatan jalan dari Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab. Oku) pada tahun 2017 lalu menuai perhatian dan menjadi buah bibir masyarakat, sebab diduga kuat terjadi Mark-Up dan terindikasi korupsi yang merugikan keuangan negara.

Proyek peningkatan jalan Talang Tujuh - Air Medang, di Kecamatan Baturaja Timur, Kab. OKU, dialokasikan dari APBD Kab. Oku tahun 2017 dengan pagu anggaran sebesar Rp.1.000.000.000,-
dengan nilai HPS Rp.999.838.000, dan dikerjakan rekanan kontraktor CV.HUKO.

Proyek tersebut dituding masyarakat dikerjakan asal - asalan atau tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Belanja) sehingga berpotensi terjadinya korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, hasil investigasi Metropolitan dilapangan menemukan adanya dugaan Mark-Up pada proyek tersebut yakni, penghamparan matreal agregat dan ketebalan agregat diduga tidak sesuai dengan standar yang diatur dalam SNI.


Bahwa penghamparan atau Ketebalan Lapisan Bawah (LPB)
minimal 10 Cm sampai 15 Cm. Saat ini, proyek peningkatan jalan Talang Tujuh - Air Medang, baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan di beberapa titik bagian bahu jalan. Tampak sebagian bahu jalan banyak terdapat tanah merah sehingga bahu jalan terlihat di tumbuhi oleh rumput liar, sehingga seperti tidak ada peningkatan atau penghamparan agregat.

Banyaknya tumbuh rumput liar pada bahu jalan diduga telah terjadi pengurangan volume agregat pada proyek yang kerjakan pihak kontraktor. Dan pihak pengawas serta PPTK dari Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kab. Oku disinyalir kuat terjadi kong-kalikong dengan pihak kontraktor untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Menurut sejumlah warga kepada Metropolitan mengatakan, proyek tersebut dikerjakan pada tahun 2017 yang lalu, akan tetapi saat ini bahu jalan telah ditumbuhi rumput liar. “Sepertinya oknum pejabat di Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kab.Oku tidak peduli akan nasib masyarakat. Padahal APBD bersumber dari masyarakat, ujar sejumlah masyarakat mengeluh dan berharap pihak Kejaksaan segera menelisik atau mengusut akuntabilitas pelaksanaan proyek peningkatan jalan Talang Tujuh – Air Medang .

Menyikapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kab.Oku, Ir. Hilman MM, yang dikonfimasi Metropolitan tidak berada diruang kerjanya.

Demikian halnya, Sekertaris PU Bina Marga dan Penataan Ruang Yuni Marza, serta PPTK tidak berhasil ditemui Metropolitan untuk mendapat keterangan terkait keluhan masyarakat. (Bang)