KNPI Kembali Gelar Unjuk Rasa Ungkap Kematian Tragis Yogi di Depan Rumdin Bupati Lampura.

Iklan Semua Halaman

.

KNPI Kembali Gelar Unjuk Rasa Ungkap Kematian Tragis Yogi di Depan Rumdin Bupati Lampura.

Sku Metropolitan
Selasa, 03 April 2018
LAMPURA, METRO - Dewan perwakilan daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) bersama Gerakan Masyarakat Peduli Lampung Utara (GMPLU) kembali turun kejalan menggelar aksi damai menyuarakan dukungan terhadap aparat Kepolisoan Daerah (Polda) Lampung untuk segera mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap Almarhum Yogi Andhika mantan sopir Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara. 



Aksi yang dilakukan oleh organisasi pemuda dan masyarakat Kabupaten Lampung Utara itu dilaksanakan di Rumah dinas bupati dan di tugu bundaran jalan lintas sumatra. Senin (2/4/2018).

Sandi Fernanda, selaku koordinator aksi dalam orasinya menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum pelaku pembunuhan terhadap alm Yogi Andhika, telah membuktikan dugaan adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tanah lampung tercinta. 



"Pernyataan sikap pemuda pemudi Lampung Utara, akan mengawal hingga tuntas kasus pembunuhan berencana terhadap almarhum Yogi Andhika,karna kami nilai perbuatan tersebut telah melanggar hak asasi manusia atas dugaan almarhum yogi yang telah di aniaya begitu sadis di rumah dinas bupati hingga korban meninggal dunia"serunya.

Selain itu KNPI dan GMPLU juga meminta Polri untuk responsif dan progresif dalam mengungkap kasus tersebut. disamping itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan keadilan dan HAM. 

Demi menyadarkan seluruh masyarakat Lampung Utara bahwa, kekejaman yang bernuansa komunis telah terjadi hingga berdampak kepada fisikologis, serta berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum, jika permasalahan tersebut tidak segera di tangani secara cepat. 

"Dan kami Pemuda Lampung Utara menegaskan bahwa, peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan kematian teragis Almarhum Yogi Andhika bukan berita bohong,menurut kesaksian keluarga korban kepada kami dan awak media bahwa yogi telah di aniaya lebih dari 4 orang dan bahkan ada oknum-oknum yeng terlibat di dalamnya" pungkasnya. 

Pernyataan itu secara bergantian disampaikan oleh masing-masing perwakilan pemuda dan masyarakat Lampung Utara. Seperti disampaikan Herimaulana, sebagai perwakilan masyarakat yang menyebutkan bahwa tepat hari ini sudah 12 hari dari laporan pihak keluarga korban masuk di Polres Lampung Utara, tapi kenapa kasus tersebut belum ada titik terangnya. 

"Ada apa ini, sehingga sudah 12 hari laporan dari pihak keluarga korban belum dapat diungkap, sementara kasus pembunuhan terhadap anggota DPRD Lampung yang sudah di mutilasi saja bisa diungkap,apalagi kasus ini, sudah ada beberapa saksi yang bisa menjadi penunjuk arah siapa saja pelaku dan otak pelakunya"ujar heri. (JM/Fran)