Masyarakat Kecewa, Jaringan Perekaman E- KTP Sering Mati

Iklan Semua Halaman

.

Masyarakat Kecewa, Jaringan Perekaman E- KTP Sering Mati

Sku Metropolitan
Selasa, 03 April 2018


BEKASI, METRO - Ketika warga akan melakukan rekam data untuk mendapatkan KTP Elektronik atau e-KTP dan perpanjangan Surat Keterangan (Suket) di beberapa Kecamatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat, jaringan online untuk bisa menakses sampai ke Kementerian Dalam Negeri (Mekendagri) malah error. Akibatnya proses rekam data terhambat pada Senin (1/4).
FOTO Metro (2/4)

“Pelayanan untuk melakukan rekam data agak tersendat karena jaringan sering error, akibatnya banyak warga yang datang belum bisa dilayani pada hari itu juga,” kata Petugas perekaman di Kecamatan Tambun Selatan.
Setiap hari rata-rata lebih 100 warga yang datang yang kebanyakan merupakan wajib KTP pemula yang usianya baru memasuki 17 tahun. Atau warga yang berada di perantauan yang waktu-waktu sebelumnya belum sempat melakukan rekam data dan perpanjangan Surat Keterangan (Suket).
Seperti diakui salah seorang warga Desa Setia Mekar, beberapa tahun lalau saya sudah melakaukan perekaman. Tetapi gagal, saat mau melakukan perekaman ulang di Kecamatan, jaringan mati. “saya bekerja di Jawa Timur, hari selasa (3/4) akan kembali lagi, sejak satu munggu lalu saya menunggu perekaman, tetapi tidak berhasil karena jaringan”, katanya kesal.
Hal senada disampaikan warga Desa Mangunjaya, kami sudah berulang kali datang ke Kecamatan untuk perpanjang Suket, tetapi jaringan lebih sering mati daripada aktif. Kami sudah lama menunggu, katanya jaringan nya masih mutar terus. Kami berusaha untuk menunggu, tetapi karena kelamaan, terpaksa pulang. Padahal kami sangat membutuhkan perpanjangan Suket. Suket yang sudah yang saya meliki sudah dua kali diperpanjang, katanya blangko KTP masih kosong, katanya.
Sekretaris Dinas Kominikasi dan Informastika, Beni Saputra menuturkan, lemotnya print E-KTP dikarenakan Server yang dimilikin Dinas Kepandudukan dan Pencatatan sipil, bukan jaringan nya.
Beni menambahkan, sejauh ini Server itu masih punya Dukcapil tentu yang lebih mngetahui sepesifikasi adalah Dukcapil. Kalau jaringan tidak ada masalah. Untuk mendapatkan hasil maksimal, dikcapil perlu untuk Up gruade Servernya, jelasnya Beni.
Sumber SKU Metropolitan.com, sumberdaya manusia yang membidangi IT di Dinas kependudukan dan Pencatatan sipil dinilai kurang memahami. Sebelumnya ada petugas yang paham tetapi tenga Honor bukan PNS, tetapi entah bagaimana, petugas tersebut keluar. Diduga petugas yang keluar tersebut keluar karena penghasilan dengan ilmu yang diembannya tidak sesuai, katanya. (dpt/martin)