MDHW Dzikir Kebangsaan Pilkada Damai 2018

Iklan Semua Halaman

.

MDHW Dzikir Kebangsaan Pilkada Damai 2018

Sku Metropolitan
Kamis, 26 April 2018

SUBANG, METRO. - Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) Kabupaten Subang di dukung sejum lah kyai dan ulama serta kalangan pesantren melaksanakan kegiatan Dzikir Kebangsaan Un tuk Pilkada Damai tahun 2018, digelar dan ber langsung di Pondok Pesantren Nurul Anwar Mubtadiin Wera Kelurahan Dangdeur kabupaten Subang, Minggu (22/04/2018) lalu.



Ketua Umum PB MDHW KH. Mustopa Aqil Sirajd mengatakan latar belakang dibentuknya MDWH oleh pemerintah pusat sebagai upaya dalam rangka menjaga keutuhan bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia.

“Melalui MDHW kami akan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bersama sama juga dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia bersama umat termasuk para kyai dan ulama,” jelasnya.


Sementara itu Sekretaris MDHW Jawa Barat Yosep Yusdiana menambahkan bahwa Kontes tasi Pilkada serentak tahun ini diharapkan MDHW mampu menjadi perekat antar elemen masyarakat yang berbeda pilihan politik.



“MDHW ini akan menjadi perekat umat sehing ga Pilkada akan berlangsung dengan damai, aman dan kondusif Bukan hanya Pilkada seren tak saja tetapi juga Pileg dan Pilpres menda tang dimana pada kondisi itu masyarakat diha dapkan pada situasi dan kondisi yang bisa mengarah kepada konflik horizontal/sosial,” ungkapnya.



Menurutnya, kehadiran MDHW ini mampu mem bangun rasa persatuan dan perekat antar ele men masyarakat sehingga moment Pilkada dan Pemilu kedepan bisa berlangsung aman dan kondusif, MDWH juga harus mensyiarkan narasi kebangsaan yang religius.



“Formulasi dzikir, formulasi halaqoh dengan ciri khas dan tradisi Islam Nusantara Selain itu de ngan maraknya muncul informasi/berita hoax, ujaran kebencian dan MDHW harus mampu mengconter tack kondisi itu dengan melurus kan informasi yang benar dan mengcounter hoax tersebut, sehingga masyarakat tahu mana brita bohong/hoax dan brita yang benar, Intinya kehadiran MDHW di tengah masyarakat harus menjadi perekat, penyejuk serta penyeimbang dalam menjaga persatuan nasional,” pungkasnya. (DS/Abh)