Pemkab Bekasi Gelar Ridal Fashion Festival 2018.

Iklan Semua Halaman

.

Pemkab Bekasi Gelar Ridal Fashion Festival 2018.

Sku Metropolitan
Senin, 09 April 2018

BEKASI METRO - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengelar Bridal fashion Festival 2018 melalui melalui Dinas Pariwisata (Dispar) dalam Dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif serta menumbuhkan kecintaan terhadap ragam budaya pengantin adat di Kabupaten Bekasi.
Bertempat di Graha Pariwisata Komplek Stadion Wibawa Mukti Cikarang Timur ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin didampingi Ketua DPRD Kab. Bekasi Sunandar dan Unsur pejabat Pemkab Bekasi lainnya.


Helatan Bridal Festival Fasion tahun 2018  yang di selenggarakan  mulai dari tanggal 6 s/d 8 April 2018 oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi mendapat apresiasi dari Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. 
Bupati menyampaikan rasa kagumnya dikarenakan event yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Bekasi ini mendapatkan atensi yang cukup besar dari masyarakat dan dikemas secara baik oleh penyelenggara.


Tambahnya, bahwa Pengantin Adat khususnya yang berasal dari Kabupaten Bekasi ternyata sangat memukau dan memiliki ciri khas tersendiri dari pengantin adat daerah lainnya.

 "Hari ini ada juga penjelasan langsung mengenai budaya pengantin asli Kabupaten Bekasi, sepintas kita berfikir bahwa Bekasi adalah Betawi (sama dengan jakarta) di saat pengantin memakai tirai dan lain sebagainya tetapi ternyata berbeda,"ungkap nya pada saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.


Lebih lanjut Bupati menyampaikan, kiranya Pengantin Adat Kabupaten Bekasi ini haruslah terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada publik luas sehingga nantinya akan semakin dikenal dan bahkan go International.


Selain itu dari sisi ekonomi kreatif yang di dapat kata Neneng, semua tahu di jaman now ini banyak anak anak sadar mengenai wedding organizer (WO). Adanya kegiatan tersebut bisa menjadi pembelajaran khususnya dari perekonomianya anak muda itu menyukai WO.

"Sebetulnya dari Pemerintah Kabupaten Bekasi punya beberapa program selain Bridal Fasion. Tentu kita ingin para enterprenur muda kabupaten bekasi bisa lebih maju,"jelasnya.

Zaman boleh berkembang, namun budaya tetap (tidak boleh diubah). Tahun lalu Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah menganggarkan pembuatan batik, support itu bukan hanya satu atau dua tetapi banyak sekali.


 "Jadi sekarang Kabupaten Bekasi sudah punya pembatik asli asal Kabupaten Bekasi, jadi inilah yang mau dinaikan keberadaanya. Kedepan sudah betu masif untuk menggarap produksinya  agar anak anak atau siapa pun tidak lagi menggunakan batik luar seperti Cirebon, pekalongan, jogya dan lainnya,"Pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bekasi, Sutia Resmulyawan mengatakan usai penyelenggaraan Jum’at (06/04/2018) Event Bridal Fashion 2018 yang di selenggarakan bidang Ekonomi Kreatif, Insya allah akan berlanjut ke event lainnya terutama yang berkaitan dengan tema diatas.


Dirinya ingin Bidang Ekonomi Kreatif bisa menampilkan usaha kerajinan baik itu kuliner dengan pembuatan dodol maupun kerajinan tangannya,” katanya awak Media,
“Event Bridal Fashion 2018 yang diselenggarakan sekarang untuk mengetahui lebih jelas mengenai kebudayaan Kabupaten Bekasi” terangnya.

Dirinya tidak pernah mengetahui betul kalau kebudayaan Kabupaten Bekasi ini bakal sama dengan Dki Jakarta. Tetapi ternyata budaya penganten itu sangat berbeda sekali dengan kondisi yang rill
“Banyak sekali yang bertanya kepada saya soal budaya semacam ini, tetapi saya menyerahkan kepada orang yang profesional sekali penemunya yang lebih ahli dan paham soal ini untuk menjawab nya,”ujarnya.

Sutia juga berjanji, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi akan banyak lakukan koordinasi dengan SKPD lain terhadap penemuan budaya kabupaten bekasi.(ELY/Advetorial).