Penggunaan Dana Panwaslu Lampura Dipertanyakan

Iklan Semua Halaman

.

Penggunaan Dana Panwaslu Lampura Dipertanyakan

Sku Metropolitan
Rabu, 18 April 2018

METRO, LAMPURA - Puluhan anggota dari DPC Pospera Lampura menggelar aksi demo terkait dugaan penyelewengan gaji/ honor Panwascam dan PPL, Selasa (17/04). Aksi demo di pimpin Ketua DPC Pospera Lampung Utara, Juwaeni Adami.



Juwaeni, mengatakan, "kami dari DPC Pospera Lampura berserta Murni mengawal anggaran Panwaslu, dugaan kami sudah ada pencairan Rp 5 milyar dari Rp 12 milyar. Dana tersebut disinyalir disalah gunakan oleh oknum-oknum Panwaslu ”katanya.

Dia menambahkan, hari senin (16/4) salah satu petugas Panwascam datang ke Seketariat Pospera, mengeluhkan  honor nya. Menurutnya honor yang diterima baru satu bulan, sedangkan hasil pertemuan kami dengan anggota panwaslu, menurut Panwaslu, itu sudah dibayarkan, ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya dugaan penyelewengan anggaran di Panwaslu Lampura, kami serahkan ke penegak hukum untuk embuktikannya. Kami akan terus mengawal penggunaan anggaran yang diperuntukkan Pemilukada, jelasnya.

Sementara itu, Ketua koordinator pencegahan antar lembaga merangkap anggota, Agus Rondani, ketika dikonfirmasi mengatakan,  masalah dugaan penyelewengan dan tidak dibayarnya honor Panwascam, itu tidak benar. Kami membantah tudingan itu semua, uangkapnya.

Agus menambahkan, honor Panwascam dan PPL sudah dibayarkan sesuai dengan bulan nya, untuk bulan ini masih dalam proses, dikarenakan ada beberapa Panwascam yang diterima sebagai PPK jadi, masih ada proses admistrasi nya lagi yang harus dibenahi.

Mengakhiri pembicaraan mengtakan, Dalam minggu-minggu ini atau kedepan akan dibayarkan, kami selaku Panwaslu Lampura menyatakan semua tentang dugaan itu tidak benar dan kami membantahnya, katanya dengan tegas. ( TIM/JM )