Tidak Kujung Diperbaiki, 6 Ormas Tanam Pohon pisang

Iklan Semua Halaman

.

Tidak Kujung Diperbaiki, 6 Ormas Tanam Pohon pisang

Sku Metropolitan
Senin, 23 April 2018
BEKASI, METRO - Aksi enam ormas yang tergabung dalam organisasi 6 pilar Babelan, melakukan aksi tanam pohon pisang di jalanan yang rusak parah, tepatnya sepanjang jalan Raya pangkalan, Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, (23/4/2018).



M. Nasihin, Kordinator organisasi 6 pilar mengungkapkan, aksi penanaman pohon pisang ini terdiri dari Pejuang Siliwangi Babelan, KNPI, LMP, FBR, BPPKB, dan FSMB. Kerusakan jalan diwilayah ini sudah lama, tetapi tidak ada perhatian Pemerintah daerak Kabupaten. Kampung kami bagaikan anak tiri bagi Pemerintah Daerah, padahal wilayah ini merupakan pengasil Minyak, tetapi masyarakyat tidak dapat menikmatinya.


Akibat kerusakan jalan tersebut, perekonomian masyarakat menjadi tertinggal. Masyaraka didaerah ini meyoritas petani. Hasil pertanian masyarakat sangat sulit dijual ke pasar karena kindisi jalan sudah rusak parah, biaya pengangkutan hasil pertanian tidak sesuai dengan hasil penjualan, ujarnya.



Dia menambahkan, “aksi tanam pohon pisang di jalanan berlubang ini sebagai protes kepada Pemerintahan daerah Kabupaten. Kepedulian pemerintah Kabupen Bekasi terhadap masyarakat Kecamatan Babelan tidak ada, hal itu terbukti dengan tidak diperbaikinya beberapa ruas jalan yang sudah mengalami kerusakan dan dipenuhi lubang. Kalau turun hujan, jalantersebut bagaikan kubangan kaerbau, tambahnya.



Sementara itu, Suherman, perwakilan dari ormas KNPI, menyatakan, bentuk protes masyarakat bersama Organisasi masyarakat terhadap janji janji perusahaan serta janji penguasa Bekasi saat menjelang Pilkada beberapa tahun lalu.

Kerusakan jalan raya Babelan sudah cukup lama, saya sebagai perwakilan dari ormas dan masyarakat sudah bosan memakan janji janji dari pihak  pengusaha dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kendaraan besar bermuatan batubara milik perusahaan Cikarang Listrik ( CL), salah satu penyebab rusaknya jalan. Pengusaha dan penguasa disug hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa memperdulikan kepentingan masyarakat banyak” ungkap Suhermin. (Hidayat/Doy)