Pemprov Lampung Akan Selenggarakan Pasar Murah

Iklan Semua Halaman

.

Pemprov Lampung Akan Selenggarakan Pasar Murah

Sku Metropolitan
Sabtu, 12 Mei 2018

BANDAR LAMPUNG, METRO- Plt Walikota Bandarlampung M. Yusuf Kohar memimpin rapat untuk membahas penyelenggaraan pasar murah yang digelar di 20 Kecamatan yang ada di kota Bandarlampung. Rapat digelar di Ruang rapat Walikoto, Jumat (11/5/2018).


Plt Walikota Bandarlampung M. Yusuf Kohar mengungkapkan bahwa pasar murah akan digelar selama tiga tahap dan berada di 20 titik yang tersebar di Kota Bandarlampung.

" Pasar murah akan digelar selama 3 tahap, yaitu tahap pertama tanggal 23 Mei, tahap kedua tanggal 30 Mei dan tahap ketiga tanggal 6 Juni 2018. Pasar murah ini akan digelar di 20 titik yang tersebar diseluruh Bandarlampung," ungkapnya.

Yusuf Kohar menerangkan bahwa agar semua pihak dapat membantu pelaksanaan pasar murah tersebut agar berjalan lancar.

" Diharapkan semua pihak dapat membantu demi kelancaran pelaksaan pasar murah ini, dengan diadakannya pasar murah, tentu dapat membantu warga saat bulan ramadhan dan menjelang idul fitri, dan pasar murah ini tentunya lebih murah dari harga pasaran," terangnya.

Ditempat yang sama, Asisten II Pemerintah Kota Bandar Lampung Pola Pardede mengharapkan agar para pengusaha sembako, khususnya yang memproduksi minyak goreng, gula putih, dan beras dapat berkontribusi pada Pasar Murah selama Ramadhan nanti. 

Pola Pardede mengungkapkan bahwa seandainya perusahaan Bumi Waras dan Sinar Laut dapat menjual komoditas pada pasar murah dibawah harga normal.

"Bisa tidak harga minyak goreng per liter, gula pasir per kilogramnya dijual Rp10 ribu, sama rata. Seperti Bulog menjual minyak goreng Rp10.500 per liter dan gula Rp10.500 per kilogram," ungkapnya.

Pola Pardede memaparkan, harga ketiga komoditi pokok saat ini yaitu: beras dengan harga normal Rp11.500 per kilogram menjadi Rp8 ribu per kilogram, gula pasir harga normal Rp12.500 per kilogram menjadi Rp10.500 per kilogram, dan minyak goreng harga normal Rp12.500 menjadi Rp10.500 per kilogram.

"Subsidi pemerintah kota sebesar Rp 2.000 dan Bulog subsidi sebesar Rp1.500. Lainnya minyak goreng dan gula pasir subsidi sebesar Rp 2000. Saya mengharapkan agar barang yang akan dijual pada pasar murah merupakan harga yang dibawah harga HET (Harga Eceran Tertinggi)," tandasnya. 

Sementara, Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Sahriwansah mengharapkan agar ketiga instansi dapat membantu memberikan kontribusi untuk membantu terlaksananya pasar murah tersebut. Pihak ketiga tersebut adalah Bank Indonesia (BI), Bank Jawa Barat (BJB) dan PT. Bukit Asam agar dapat memberikan subsidi dalam gelaran pasar murah selama Ramadhan. Karena ketiga intansi tersebut sebelumnya telah sepakat mendukung pasar murah dalam rapat pembahasan sebelumnya.

"Seperti rapat sebelumnya, kita sudah bahas, mereka mendukung pasar murah ini," ungkapnya.

Sahriwansah menjelaskan bahwa seandainya pihak PT. Bukit Asam cukup memberikan sejumlah anggaran untuk pasar murah kepada pihak Bulog sebagai penyedia bahan sembako di pasar murah tersebut.

"Tidak perlu membelanjakan langsung. Maksud saya, Bukit Asam hanya perlu memberikan uang tunai anggaran subsidi tersebut kepada Bulog," terangnya.

Sahriwansah mengharapkan agar ketiga instansi tersebut dapat memberikan bantuan berupa subsidi tunai agar dapat menambah jumlah stok barang yang akan dijual, sehingga masyarakat yang memperileh lebih merata.

"Semakin banyak pihak yang membantu, subsidi berupa uang tunai, maka penyediaan barang yang akan dijual akan semakin banyak, dan masyarakat dapat merasakan bahwa barang tidak cepat habis, dan juga benar lebih murah dari harga normal," pungkasnya (Jumeri SH team )