Pernikahan Anak Dibawah Umur Masih Marak

Iklan Semua Halaman

.

Pernikahan Anak Dibawah Umur Masih Marak

Sku Metropolitan
Kamis, 10 Mei 2018


METRO, BEKASI- Fenomena pernikahan anak di bawah umur atau pernikahan dini di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat masih banyak dijumpai.

Ilustrasi


Berdasarkan data KPAI Kabupaten Bekasi, Kecamatan Sukatani menjadi daerah yang paling banyak ditemukan kasus pernikahan dini.

"60 persen anak-anak di Sukatani dipaksa menikah muda oleh orang tuanya. Ada yang masih SMP bahkan ada juga yang masih SD sudah dipaksa menikah," katanya.

Selain Sukatani kasus pernikahan dini di Kabupaten Bekasi juga banyak terjadi di wilayah lain terutama wilayah pelosok yang jauh dari perkotaan.

"Faktor utamanya ialah pola pikir yang salah dari orang tua, juga faktor ekonomi," katanya.

Rozak mengatakan mayoritas orang tua anak yang menikah dini berprofesi sebagai buruh tani dan nelayan.

"Mereka tidak lagi memikirkan masa depan anaknya. Ketika ada yang suka dengan anaknya, maka langsung dinikahkan," katanya.

Sedianya pernikahan dini di Kabupaten Bekasi dapat dicegah bila orang tua mengedepankan pendidikan dan masa depan anak-anaknya.

"Namun sampai sekarang masih jadi tren di beberapa lokasi di Kabupaten Bekasi. Seharusnya anak-anak tetap melanjutkan sekolah. Memang kalau orang tua jaman dulu belum berpikir panjang untuk masa depan anaknya," katanya.

Pihaknya menyayangkan sikap orang tua yang seharusnya berpikir panjang sebelum menikahkan anaknya, bahkan jika ada persoalan hendaknya anak jangan dikorbankan.(ELY).