Sejumlah Guru Sesalkan Kenerja Mantan Kepala SMKN 1 Cikbar

Iklan Semua Halaman

.

Sejumlah Guru Sesalkan Kenerja Mantan Kepala SMKN 1 Cikbar

Sku Metropolitan
Selasa, 22 Mei 2018

BEKASI, METRO- Terkait pemberitaan Metropolitan pada edisi yang lalu tentang satu oknum guru berinisial M, status ASN (Aparatur Sipil Negara) di SMK Negeri 1 Cikarang Barat, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, yang lebih dua tahun tidak pernah masuk mengajar tanpa alasan yang sah namun menerima gaji dan tunjangan dari pemerintah, kinerja mantan Kepala SMK Negeri 1 Cikarang Barat, Nopriandi, yang kini pindah tugas menjabat Kepala SMK Negeri 1 Tambelang disesalkan sejumlah tenaga pendidik.

Ilustrasi

Saat ditemui di SMK Negeri 1 Tambelang, Nopriandi membenarkan satu oknum guru berinisial M sudah dua tahun lebih tidak masuk mengajar. Namun ia berkelit, oknum guru tersebut tidak masuk mengajar disebabkan tidak ada jurusan atau program listrik di SMK Negeri 1 Cikarang Barat, sebagaimana disiplin ilmu guru tersebut.

Ditemui, oknum guru berinisial M membantah keterangan Nopriandi. “Surat keputusan (Sk) penugasan saya mengajar di SMK Negeri 1 Cikarang Barat yang ditandatangani Nopriandi selaku kepala sekolah yakni guru praktek dasar kelistrikan/tehnik gambar/simulasi digital. Saya juga dipercaya membidangi program hubungan industri (Hubin) yakni menggali dan menjalin kerja sama dengan perusahaan di Bekasi, mencari bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) untuk praktek, penempatan siswa untuk praktek di perusahaan, serta penempatan kerja bagi siswa usai kelulusan sesuai prestasi nilai-termasuk ke luar negeri, jika siswa tidak melanjut ke perguruan tinggi,” ujarnya dengan nada kecewa atas kinerja kepala sekolah.

Disinggung tidak pernah masuk mengajar, “Ia katakan, setiap hari kerja, saya selalu hadir dan mengisi absen. Terkait tidak masuk mengajar, itu disebabkan banyak tenaga honor, serta karut marutnya tatakelola pendidikan di SMK Negeri 1 Cikarang Barat yang tidak efisien dengan anggaran sehingga berimplikasi pada penyerapan lulusan anak  didik untuk bekerja di perusahaan,” ungkapnya.
Dia sebutkan, selama tidak masuk mengajar, dirinya tidak pernah mendapat teguran atau peringatan bahkan pemeriksaan sekalipun dari kepala sekolah. Itu membuktikan kepala sekolah gagal memahami tupoksinya. Dan itu yang saya tunggu. Saya tidak mau mengorbankan anak didik atau hanya sekedar lulus tanpa ada jaminan mutu atau daya saing untuk bekerja di industry atau perusahaan, ungkapnya.
Semenjak beliau (red) menjabat Kepala SMK Negeri 1 Cikarang Barat, tidak ada kemajuan yang berarti, malah prestasi mundur dan terpuruk, beda dengan Kepsek yang sebelumnya. Idealnya, seorang kepala sekolah harus memiliki skil atau terobosan untuk mencapai sasaran kerja pegawai, sebagaimana telah ditetapkan sehingga dapat meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan. Lihat aja daftar kehadiran beliau di sekolah. Saya tidak tahu, apa karena takut ditemui rekan-rekan pers dan LSM, ujarnya prihatin.

Sekarang ini, lanjutnya, lulusan SMK dari Jawa yang menguasai industri di Kabupaten Bekasi. Itu disebabkan, lulusan SMK dari Jawa jauh lebih bermutu dan memiliki daya saing sehingga di terima di perusahaan. Kalah dengan Kab.Bekasi khususnya SMK Negeri 1 Cikarang Barat yang tidak berbanding lurus dengan anggaran yang cukup signifikan di terima dari pemerintah dan orang tua murid.

Diakhir perbincangan, guru M, mengatakan, semenjak pergantian kepala sekolah, dirinya selalu hadir di sekolah dan sering berbincang dengan kepala sekolah untuk membahas upaya meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan SMK Negeri 1 Cikarang Barat.

Terkait mundurnya prestasi SMK Negeri 1 Cikarang Barat, sejumlah tenaga pendidik juga mengamininya. “Semenjak beliau (red) menjabat kepala sekolah, tidak ada prestasi yang di banggakan, beda dengan kepala sekolah sebelumnya. Lihat aja kondisi sekolah serta sarana prasarana sebagai akses untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan, semua memprihatinkan,” ujar sejumlah tenaga pendidik dengan nada kecewa.
Menyikap keluhan sejumlah tenaga pendidik, mantan Kepala SMK Negeri 1 Cikarang Barat, Teguh yang kini mengabdi menjadi tenaga pendidik, juga mengamini mundurnya prestasi SMK Negeri 1 Cikarang Barat.

Dia sebutkan, rapat kementerian pendidikan di Mataram-Lombok baru-baru ini, terkait pelayanan ISO, yang tidak di hadiri Kepala SMK Negeri 1 Cikarang Barat yang baru menjabat, membuktikan prestasi SMK Negeri 1 Cikarang Barat mundur, ujarnya.

Dijelaskan Teguh, disaat menjabat kepala sekolah, dirinya bersama dinas pendidikan telah bekerja keras berupaya untuk meningkatkan sarana prasarana pendidikan, termasuk ke kementerian pendidikan, sebab sarana prasarana pendidikan merupakan penunjang untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan.

Teguh berharap, Kepala SMK Negeri 1 Cikarang Barat yang baru dapat kembali mengembalikan prestasi sehingga membawa nama harum “Bekasi Bersinar,” sebagaimana di canangkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Teguh yakin, kepala sekolah yang baru dapat mengembalikan prestasi itu, sebab sangat terbuka dan tidak jarang bertatap muka dengan para tenaga pendidik. Tingkat kehadiran kepala sekolah yang baru juga tidak diragukan, dan boleh ditanyakan sama rekan-rekan tenaga pendidik, ujarnya penuh yakin.
Terkait tatakelola manajemen pendidikan di SMK Negeri 1 Cikarang Barat, juga dikeluhkan H. Jay selaku Ketua Komite SMK Negeri 1 Cikarang Barat. Menurut H. Jay, perlu di evaluasi jumlah Caraka (tenaga kebersihan) yang saat ini ada 13 orang, namun tidak sebanding dengan infut atau kebersihan sekolah. “Masa teman-teman guru harus mengeluh masalah kebersihan di sekolah, sementara jumlah tenaga kebersihan 13 orang,” ujarnya prihatin.

Demikian juga jumlah tenaga security yang saat ini berjumlah 11 orang, perlu di evaluasi kepala sekolah yang baru, sebab tidak efisien dengan beban kerja serta anggaran pendidikan SMK Negeri 1 Cikarang Barat.

Masih dikeluhkan H. Jay, jam masuk kerja staf tatausaha SMK Negeri 1   Cikarang Barat perlu di evaluasi. “Aneh, masa anak-anak didik dan guru hadir di sekolah tepat pada waktunya. Ini merupakan kegagalan Kasubag, ungkapnya.

Dibeberkan H. Jay, dari awal, atau Desember 2017, dirinya di tawarkan menjabat ketua komite sekolah, sangat berat ia terima. Namun, karena pihak sekolah tidak keberatan di koreksi untuk pembenahan, akhirnya ia terima, ujarnya dengan niat tulus memikirkan masa depan anak didik.

Banyaknya keluhan di SMK Negeri 1 Cikarang Barat, Kepala Cabang (Kacab) SMA/SMK, Wilayah III, Propinsi Jawa barat, Heri Pancila beberapa kali ditemui di ruang kerjanya di Grand Wisata, tidak berada ditempat. Menurut petugas security, “bapak lagi rapat di Bandung’, ujarnya.  (M. Tampubolon)