KPU Akan Tetapkan Paslon SAHTO

Iklan Semua Halaman

.

KPU Akan Tetapkan Paslon SAHTO

Sku Metropolitan
Selasa, 17 Juli 2018


TULUNGAGUNG, METRO - Janji Margiono untuk mengungkap kecurangan pilkada Tulungagung dan melakukan gugatan tak terbukti. Hingga Rabu, 11 Juli 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan tidak ada satupun laporan atau gugatan yang diajukan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) non aktif itu.

Sebelumnya Margiono yang diusung sembilan partai politik sempat mengumumkan rencana membuka kecurangan pilkada Tulungagung, mereka beranggapan menemukan sejumlah bukti pelanggaran yang dilakukan pasangan Syahri Mulyo – Maryoto Birowo (SAHTO) dan akan membuka ke publik.
Sementara itu, komisimer KPU Tulungagung Victor Febri Handoko mengatakan hingga hari ini, Selasa 10 Juli 2018, tidak ada satupun gugatan yang diajukan kepada lembaganya. Bahkan hasil pemantauan di Mahkamah Konstitusi, tidak ada gugatan yang diajukan kubu Margiono sebagai pihak yang kalah dalam pilbup Tulungagung kemarin. “sampai hari ini tidak ada gugatan di MK,” kata victor Selasa, (10/7/2018).


Dia menjelaskan syarat gugatan perselisihan hasil pemilihan sesuai pasal 158 UU nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada harus memiliki selisih perolehan suara 0,5 hingga 2 persen. Selisih yang tipis itu masih dimungkinkan berubah ketika diajukan ke Mahkamah Konstitusi.
Sementara hasil pemilihan suara kemarin, selisih perolehan suara dari kubu Margiono cukup jauh dengan pasangan Syahri Mulyo – Maryoto Birowo. Margiono – Eko Prisdianto (MARDEKO) memperoleh 237.775 suara atau 40.03 persen. Sedangkan Syahri Mulyo – Maryoto Birowo memperoleh 355.201 Suara atau 59.97 persen. Hasil tersebut sangat jauh dari kententuan maksimal selisih perolehan suara yang bisa digugat ke Mahkamah Konstitusi.
Meskipun belum mendengar adanya gugatan yang masuk, namun KPU masih akan menunggu pengumuman buku Register perkara dari MK sebelum menetapkan hasil pilkada diperkirakan buku tersebut akan diterima pada 23 Juli. Sehingga penetapan akan bisa dilakukan mulai tanggal 24-25 Juli 2018.
Di pilkada Tulungagung, kemenangan Syahri Mulyo – Maryoto Birowo ini sempat menarik perhatian nasional mengingat saat ini bupati inkumben itu tengah terjerat kasus korupsi dan menjalani penahanan oleh KPK. (sar/jon)