Polisi Bekuk Komplotan Pemerasan di Kawasan Industri MM 2100

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Bekuk Komplotan Pemerasan di Kawasan Industri MM 2100

Sku Metropolitan
Jumat, 27 Juli 2018


BEKASI, METRO – Kepolisian Sektor (Polsek)  Cikarang Barat dibantu Tim Cobra dari Polres Metro Bekasi berhasil mengamankan 3 (tiga)  orang dari 6 (enam)  orang pelaku tindak pidana pemerasan dengan senjata tajam.



Ketiga pelaku yang diamankan, yakni RK (22), RS (21), dan MS (16). Selain itu, polisi sudah mengantongi 3 (tiga) pelaku lainnya untuk dilakukan pengejaran, yakni Lili (DPO), NJOS (DPO) serta GOPAL (DPO).

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Barat, Kompol Hendrick Situmorang saat rilis kasus di Halaman Mapolsek Cikarang Barat, Jumat (26/07/2018) sore.

Hendrick mengatakan bahwa kronologis peristiwa pembegalan tersebut diawali pada saat korban Putri Handayani bersama temannya, Yoko, baru keluar dari pabrik sekira pukul 03.30 WIB, Selasa (24/07/2018). Kemudian, korban langsung didatangi oleh 6 pelaku yang menggunakan satu unit sepeda motor Honda Beat dan dua unit sepeda motor Suzuki Satria FU, dan langsung menodongkan celurit sambil mengambil handphone milik korban secara paksa.

“Karena takut, salah satu korban (Yoko) berhasil melarikan diri. Salah satu pelaku sempat mengejarnya sambil berteriak “Jangan Lari Lo” namun tidak berhasil. Kemudian, pelaku balik lagi ke korban (Putri) yang masih berdiri. Korban (Yoko) langsung melaporkan ke Polsek Cikarang Barat. Laporan tersebut langsung ditanggapi unit lapangan Tim Buser berikut tim Cobra dari Polres Metro Bekasi dan melakukan pengejaran. Kami berhasil melakukan penangkapan terhadap tiga dari 6 pelaku yang beraksi di TKP di depan PT Keihin di kawasan industri MM2100 Cibitung, Desa Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi,” Terangnya

“Adapun barang bukti yang kami amankan dari ketiga pelaku 3 bilah celurit ini langsung didapat dari pelaku sebagai alat yang digunakan untuk mengancam korban dan mengambil barang milik korban,” katanya.

Barang bukti yang diamankan selain celurit, ada satu buah handphone milik korban. Kemudian, 2 unit sepeda motor Suzuki Satria FU yang digunakan pelaku untuk beraksi di dalam kawasan industri.

Kapolsek mengatakan, dari hasil pengembangan dan pengakuan pelaku, salah satu pelaku sudah melakukan aksinya lebih dari 7 kali, artinya banyak korban yang secara keseluruhan di 7 TKP.

“Sasaran para pelaku ini adalah karyawan pabrik yang pulang kerja di saat pagi buta (subuh),” pungkasnya.

Ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (Ely/Martinus).