Diduga Dikerjakan Asal Jadi Sebagian Proyek Dibongkar

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Dikerjakan Asal Jadi Sebagian Proyek Dibongkar

Sku Metropolitan
Jumat, 31 Agustus 2018


BEKASI, METRO- Proyek peningkatan jalan pada Dinas Bina Marga dan Sumber  Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi pada lanjutan pembangunan jalan sisi barat ss rawabaru senilai Rp2,37 milliar oleh CV.Talenta Ulitama Abadi ditemukan menambal retak-retakan.Hal tersebut dibuktikan saat media kelokasi, Senin (28/8).


Saat itu pihak ketiga sedang berusaha melakukan penambalan retak retakan jalan dengan cara mengkerik (memahat rongga retakan) setelah itu memasukkan kawat (bengrat) pada rongga retakan kemudian menutupnya menggunakan adukan semen mortal.  

Salah satu pekerja dilokasi proyek saat dikofirmasi awak media mengatakan, sedang menyutik retak retakan. Namun ketika ditanya jarak yang disuntik terhadap kegiatanya, ia tidak mengetahuinya.

"Kalau untuk berapa meternya saya tidak tahu tapi hanya yang retak retak saja ,"ujarnya. 

Dirinya juga membenarkan, bahwa telah dilakukan pengecoran kembali tehadap sebagian jalan yang telah dibongkar  pada hari sabtu (25/8).

“Sabtu kemarin dicornya,"tutur pekerja singkat.

Sebelumnya, sebagian  proyek lanjutan pembangunan jalan sisi barat ss rawabaru senilai Rp2,37 milliar pada pada Dinas Bina Marga dan Sumber  Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi dibongkar senin (20/8).

Adanya pembokaran dibenarkan oleh ‎pelaksana tugas (Plt) Dinas Bina Marga dan Sumber  Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Arief Maulana kepada awak media diruang kerjanya, selasa (21/8).

Arief Maulana mengatakan, pembokaran sebagian dari stuck-in  yang mengalami kerusakan.

“Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan spek maka harus dilakukan pembongkaran,”tegas Arif Maulana.

Intinya, ada laporan dari panitia penerima hasil pekerjaan (PPHP) terhadap hasil  dilapangan ,adanya indikasinya seperti ini, “Bila ada indikasi seperti ini saya peritahkan bongkar,”tutur Arief Maulana dengan tegas. 

“Jadi pembongkaran dilakukan bukan karena adanya laporan masyarakat dan kegiatan tesebut masih dalam tahap proses pemeliharaan,”jelas Arief Maulana.

Namun ketika disinggung apakah  tidak ada pengawasan saat itu sehingga hal tersebut terjadi,  Arief Maulana justru mengilustrasikan hal tesebut , dengan sebuah pesanan  kopi "mengetahui kopi tersebut pahit atau manis setelah merasakannya," tutur Arif Maulana. 

Jadi jika anda menanyakan apakah ada pengawasan, Arief Maulana mengatakan ada. "Karena proses aturannya seperti itu,"terangnya. 

Terkait, pembongkarannya dibebankan oleh kepada pihak ketiga.

Tapi ketika disinggung ada evaluasi terhadap rekanan tersebut, Arief Maulana, mengatakan, bahwa tidak ada evaluasi, sepajang masih bertanggung jawab, tidak ada  black list.

“Artinya tak kala pekerjaan diyatakan tidak sesuai, kemudian harus diperbaiki, kemudian dia (red-Pihak ketiga) mau bertanggung jawab/koperatif,  menerima terhadap kesalahan kesalahannya dan itu tidak ada dasarnya kita melakukan evaluasi/black list,” terangnya.
“Terkecuali kontraktor itu sendiri sudah dinyatakan diminta dibongkar tetapi tidak mau, kemungkinan akan dilakukan evaluasi dan diusulkan untuk di Blacklis,”tegasnya ( Martinus).