Kepsek Bebankan Pembangunan Sekolah Ke Wali Murid Penegak Hukum Tutup Mata

Iklan Semua Halaman

.

Kepsek Bebankan Pembangunan Sekolah Ke Wali Murid Penegak Hukum Tutup Mata

Sku Metropolitan
Rabu, 15 Agustus 2018


BEKASI, METRO - Sejumlah wali murid SMAN 2 dan SMAN 4, Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat, nampaknya hanya bisa memendam rasa keberatan mereka karena pungutan uang pembangunan yang dilakukan oleh pihak sekolah dan komite. Padahal sekolah tersebut telah mendapatkan anggaran dari Pemerintah untuk pembangunan ruangan belajar yang dikerjakan dengan swakelola. Hal itu dikatakan beberapa orang tua siswa kepada wartawan baru- baru ini.

Seperti yang diberitakan koran ini pada edisi 196, Dalam formulir tersebut telah ditetapkan beberapa pilihan yang harus dibayarkan para orang tua siswa, anatara lain: A, Rp 1.500.00, B, Rp 1.750.000, C, Rp 2.000.000. Sedangakan biaya  sumbangan pendidikan setiap bulan dibuatkan pilihan anatara, Rp 300.000/bulan, Rp 350.000/bulan dan Rp 400.000.

Menurutnya, “saya sebagai orang tua siswa kelas XI tidak pernah mengikuti pertemuan dengan Komite sekolah untuk membahas biaya pembangunan dan biaya yang harus dibayarkan setiap bulan. Saya tidak tahu orang tua mana yang diajak Komite sekolah bermusyawarah untuk melakukan pembahasan biaya yang harus ditanggung orang tua siswa tersebut’ katanya kesal.

Salah seorang orang tua siswa kelas XI menuturkan, pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pembangunan ruangan belajar, tetapi masih dibebankan lagi terhadap orang tua siswa. Kalau dihitung dari besran dana yang dialokasikan Pemerintah cukup untuk membangun ruangan tersebut, tanpa menyebut besran dana yang dialokasikan Pemerintah. Sya sangat paham tentang kontruksi bagunan, karena saya bekerja di bidang bangunan, katanya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Tambun Selatan saat mau dikonfirmasi, tidak ada waktu karena sedang rapat dengan guru. Saat mau masuk ke pekarangan sekolah untuk melihat bangunan yang di danai dari Pemerintah tersebut, tidak diijinkan masuk. Petgas piket mengatakan, tidak boleh masuk pekarangan sekolah katanya.

Diduga pihak sekolah segaja melarang wartawan untuk melakukan peliputan bangunan yang dikerjakan secara swakelola tersebut, agar tidak terungkap kekurang atau penyimpangan saat melaksanakan pembangunan.

Selain SMAN 2, SMAN 4 Tambun Selatan juga melakukan hal yang sama, SMAN 4 Tambun Selatan mendapatkan dana dari Pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 844.769.600, untuk pembangunan empat (4) Ruangan Kelas Baru (RKB). Pihak sekolah melakukan pungutan dari orang tua siswa mulai dari Rp 1.500.000 hingga dua juta lebih, hal itu dikatakan humas SMAN 4 Tambun Selatan, Muhayar saat ditemui wartawan di halaman sekolah.

Muhayar, menuturkan, pelaksanaan pembangunan ini dikerjakan swakelola, untuk membangun RKB, harus menyuntik tiang, karena RKB tersebut dibangun diatas bangunan lama. Dengan dibangunnya RKB diatas bangunan lama, maka tiga ruangan kelas, satu ruangan Tata usaha dan satu ruangan kepala sekolah direnovasi. Dana renovasi diperoleh dari sumbangan orang tua siswa sebesar Rp 470.417.539, seperti tertuang dalam papan proyek, tuturnya.

Ketua LSM ) Peduli Anak Bangsa (PAB), Drs Holder S, ketika dimintai tanggapannya tentang bangunan yang di danai Pemerintah itu mengatakan, pihak sekolah seharusnya tidak boleh melarang masyarakat untuk mengontrol bangunan tersebut. Bangunan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah harus terbuka untuk semua kalangan, karena dana tersebut diperoleh dari uang pemerintah, katanya. (DPT)