PRAKANSI Gelar Acara MBURO ATE TEDEH atau MENARI BERSAMA di Cibubur

Iklan Semua Halaman

.

PRAKANSI Gelar Acara MBURO ATE TEDEH atau MENARI BERSAMA di Cibubur

Sku Metropolitan
Rabu, 15 Agustus 2018


Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo,  merupakan satu Desa yang terletak di wilayah Provinsi Sumatera Utara, yang terkenal dengan asal buah Jeruk Medan, yang banyak di konsumsi oleh masyarakat luas di Nusantara. Masyarakatnya mayoritas didiami oleh suku Batak Karo dengan julukan Merga Silima atau lima marga yaitu Karo-Karo, Sembiring, Ginting, Tarigan dan Perangin-angin.

Kabupaten Karo yang ibukotanya Kabanjahe, hanya berjarak 76 km dari Kota Medan, dan merupakan jalan lintas menuju wilayah Kotacane (Kabupaten Aceh Tenggara) atau melalui Kabupaten Dairi/Pak-pak Barat.

Desa Kandibata yang didiami sekitar 700 kepala keluarga (KK), merupakan salah satu Desa yang memiliki fakta sejarah, antara lain Meriam Tomong meletus di Rumah Dekah, Merah Putih Berkibar di Gumbelin, Benteng Pertahanan diruntuhkan di Lau Biang, dan lainnya.
Masyarakat Desa Kandibata yang terkenal dengan kekompakannya, senantiasa mewarisinya secara regenerasi dari waktu ke waktu. Sampai pada era tahun 73, masyarakat Desa Kandibata sangat minim melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Padahal di era sebelumnya pun telah lahir satu Profesor bernama Hemat Rizona Berahmana, yang tidak diikuti jejaknya oleh penduduk setempat.

Namun setelah era tahun 80 an, masyarakat Desa Kandibata sudah banyak yang melanjutkan studinya ke tingkat perguruan tinggi. Pada era inilah terbangun kembali kepedulian terhadap masyarakat Desa Kandibata, dengan beberapa mahasiswa era tahun 73 membangun satu wadah perkumpulan bernama SADALADATA atau Persatuan Muda-Mudi Pelajar Desa Kandibata.

Bersama Sadaladata, seluruh masyarakat Desa Kandibata sangat senang dan menaruh harapan, agar generasi penerus tetap memprioritaskan tentang pendidikan dan rasa kebersamaan. Sadaladata yang diprakarsai oleh Jedium Ginting (mantan pelajar teladan) yang sekarang sudah sukses berkarya di swasta, Rahmat Karo-Karo yang sekarang eselon II di Dirparpostel, Robinson Tarigan, Bahagia Purba, Pathen Sembiring, Pergunan br Tarigan, Rosma br Kaban, Handoko Sembiring, dan lainnya.

Kurun waktu 10 tahun, masyarakat dari Desa Kandibata sudah banyak menyandang gelar Sarjana, bahkan saat inipun sudah ada lagi yang meraih gelar Profesor yaitu Pendi Sinulingga (Dosen di Kalimantan). Namun karena perkembangan yang ada, Sadaladata tidak ada yang melanjutkan, maka itu dibentuk kembali wadah baru dengan nama PRAKANSI (Persadan Anak Kuta Kandibata Simalem).

Tujuannya tetap yakni menciptakan kebersamaan dalam cakupan luas adalah untuk seluruh masyarakat Desa Kandibata, dimanapun berada. Dan program kerja sebagai prioritas adalah terhadap pelajar dan mahasiswa untuk tetap maju dan sukses dalam pendidikan serta tetap terjalin hubungan sekampung halaman.

Masyarakat Desa Kandibata di peratauan, setiap bulan Oktober merayakan kerja tahunan atau Pesta Panen Padi. Sadaladata atau sekarang Prakansi tetap menyelenggarakan pemberian hadiah kepada peserta didik yang meraih prestasi di sekolahnya. Sehingga seluruh masyarakat Desa Kandibata sudah merupakan kewajibannya untuk selalu mengontrol tentang pendidikan putra-putrinya. Pemberian hadiah tersebut diadakan dan dilaksanakan setiap tahun oleh Prakansi yang tinggal di perantauan.
Tokoh yang memprakarsai berdirinya Prakansi ini yakni, Jedium Ginting, Rahmat Karo-Karo bersama istri Nelly Nalsal br Ginting, Pijer Karo-Karo, Pergunan Tarigan, Perdemun br Sembiring (Bidan Sisca) dan Jaya Sinuraya.

Dengan semangat kepedulian dan kebersamaan yang tanpa kenal lelah, tetap berupaya agar dapat berkontribusi terhadap kampung halaman sekaligus dapat memajukan Desa Kandibata. Saat ini masyarakat Kandibata yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung sekitarnya sudah mencapai 400 jiwa. Sehingga dipandang perlu terus untuk menjalin hubungan yang harmonis sesama sekampung, disamping itu dapat berkontribusi ke Desa Kandibata.

Tahun ini, Prakansi mengadakan acara menari bersama sambil lepas kangen, yang dalam bahasa Karo disebut Mburo Ate Tedeh. Lantunan lagu-lagu Karo sambil menari bersama, sangat larut dalam suasana yang meriah dan penuh sukacita. Baik orangtua, kaum muda, dan anak-anak saling berdendang menikmati suasana tersebut.

Panitia pelaksana Mburo Ate Tedeh di Balai Pertanian Buperta Cibubur di ketuai oleh Mando Brahmana atau adik kandung dari alm. Prof Hemat Rizona Brahmana. Acara Mburo Ate Tedeh berjalan dengan baik, penuh kebersamaan, sangat meriah dan tercipta keakraban dalam kekeluargaan.
Mando Brahmana sangat puas dengan suksesnya acara tersebut dengan mengucapkan syukur dan terima kasih kepada seluruh Anak Kandibata yang hadir. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kandibata yang telah mendukung terlaksananya acara.

Pengurus Prakansi dan panitia berharap agar komunitas Kandibata tetap saling peduli, saling tolong menolong, kompak, dan dapat menginspirasi serta memajukan khususnya kepada seluruh masyarakat Desa Kandibata dan umumnya untuk demi kemajuan Kab. Karo, Prov. Sumut, serta bangsa dan negara.

Agenda acara yang sama untuk tahun berikutnya yakni dilaksanakan di Bandung. Dalam kesempatan ini, Pengurus Prakansi sangat berharap agar terjalin komunikasi yang baik dengan Kepala Desa Kandibata Puji Tarigan bersama jajarannya. Agar masyarakat Kandibata yang merantau tetap tersirat di hati “Memperbaiki Kampung Halaman atau Sipesikap Kuta Kemulihenta”.

Juga sebagai langkah untuk mengganti Jambur atau Balai Pertemuan Desa Kandibata, siap untuk bekerjasama. Mejuah-juah kita kerina, Mando Brahmana mengakhirinya.