Sidang Ibu Hamil Atas Laporan Istri Jenderal Sempat Memanas

Iklan Semua Halaman

.

Sidang Ibu Hamil Atas Laporan Istri Jenderal Sempat Memanas

Sku Metropolitan
Jumat, 31 Agustus 2018


BEKASI,METRO - Sidang pemeriksaan saksi kasus Ibu yang tengah hamil  7 ( Tujuh)  bulan berinisial FT harus mendekam di dalam penjara  atas dugaan penipuan  dan penggelapan yang dilaporkan  seorang Istri Jenderal TNI berinisial  (DW) di Pengadilan Negeri Bekasi , Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Rabu (29/8). berakhir ricuh.

Berdasarkan pantaun SKU Mentropolitan sidang mulai pukul 13:00 WIB, berjalan lancar dan sesak dipenuhi dengan banyak orang menyaksikan jalannya persindangan.
Ketika sidang selesai pada pukul 15.30 WIB, Terjadi kericuhan setelah jalannya persidangan yang digelar di lantai dua gedung PN Bekasi.

Kericuhan bermula ketika tim kuasa hukum dari terdakwa FT (22) ingin menyerahkan uang berbentuk koin senilai Rp 2,5 juta dalam boks kepada pelapor, DW ketika turun tangga. DW diketahui adalah istri dari seorang jenderal.

Sejumlah orang lalu mencoba menghalangi Tim Kuasa Hukum yang hendak menyerahkannya. Adu mulut kedua belah pihak tak terhindarkan. Kericuhan berlanjut sampai ke depan pengadilan.

Adu mulut terjadi saat pihak LBH Apik ke luar dari ruang sidang. "Jangan senggol-senggol kami, biasa saja dong, minggir, kami mau lewat," teriak salah seorang dari tim LBH Apik Jakarta.

Tim LBH APIK keluar beserta relawan sambil membawa dua kotak box berisi koin sumbangan publik sebagai bentuk dukungan kepada FT. Tim LBH APIK Jakarta dan pihak keluarga pun melanjutkan aksinya di jalan depan Gedung Pengadilan Negeri Bekasi, warna usai pesidangan pun menjadi berubah diluar gedung persidangan.

“Kami hanya ingin mengembalikan uang. Koin ini sebagai bentuk dukungan untuk FT, koin ini dikumpul selama 2 minggu dan terkumpul lebih dari 10 juta artinya banyak yang mendukung FT," kata seorang anggota tim LBH Apik Jakarta.

“Kami hanya ingin mengembalikan uang. Koin ini sebagai bentuk dukungan untuk FT, koin ini dikumpul selama 2 minggu dan terkumpul lebih dari 10 juta artinya banyak yang mendukung FT," kata seorang anggota tim LBH Apik Jakarta.

Pada akhirnya Satu kotak yang berisi koin dengan total 2,5 juta terbongkar tercecer ke jalan dan menghambur-hamburkan koin tersebut. Hal tersebut sebagai bentuk protes dan menuntut keadilan dalam proses hukum.

Uang yang dimaksud adalah uang yang ditransfer oleh DW untuk membeli batik kepada FT melalui online. Sebelum dikembalikan karena pesanan batik tidak bisa dipenuhi tepat waktu, rupanya DW melapor ke polisi atas tuduhan penipuan penggelapan.

Saat ini FT tengah mengandung tujuh bulan. Buah hatinya yang kedua. Anak pertamanya berusia dua tahun. FT yang tak memiliki suami mencari nafkah dengan berjualan batik secara online.( Martinus).