Belum 3 Tahun Bangunan Sekolah Nyaris Ambruk

Iklan Semua Halaman

.

Belum 3 Tahun Bangunan Sekolah Nyaris Ambruk

Sku Metropolitan
Minggu, 02 September 2018


BEKASI, METRO - Dua ruangan belajar SD Negeri 04 Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan yang ambruk tanggal 3 Oktober 2015, telah dilakukan pembangunan pada tahun 2016. Tetapi belum genap tiga tahun, ruangan belajar yang dibangun dengan anggaran dari Pemerintah itu sudah tidak difungsikan lagi untuk kegiatan belajar mengajar karena sudah mau ambruk lagi.

Beberapa orangtua siswa menuturkan, satu dari dua ruangan belajar yang baru direnopasi tahun 2016 sudah tidak dipakai lagi. Kondisi bangunan sudah melengkung, padahal baru dibangun beberapa tahun 2016. Pelaksana pembangunan adalah Pihak sekolah karena dikerjakan swakelola. Diduga pihak sekolah menggunakan bahan material yang sdudah lapuk mengakibatkan daya tahan bangunan hanya kurang dari tiga tahun, tuturnya.

Menurutnya,  Pemerintah daerah sudah saatnya mengepaluasi kinerja Kepala sekolah yang malakukan pembangunan asal jadi tersebut. Pemerintah telah mengalokasikan dana kurang lebih Rp 300.000.000, dari uang Negara untuk merenopasi dua ruangan belajar tersebut, tetapi tidak dilaksanakan sesuai aturan, padahal pelaksanaka pembangunan ada pihak sekolah sendiri, bagaimana pendidikan bisa maju kalau pihak sekolah sendiri kurang peduli terhadap sarana pendidikan yang di pimpin nya? Katanya heran.

Ketika hal itu mau dikonfirmasi kepada kepala sekolah SDN 04 Mangujaya, H. Sardin, tidak berada di sekolah, menurut orang tua, Kepalaa sekolah sudah lama tidak pernah masuk. Mungkin karena kondisi kesehatan membuat kepala sekolah tidak datang, katanya.

Sementara itu salah seorang guru kelas enam (6), ketika ditanya tentang ruangan yang batu dibangun tetapi tidak dipakai lagi karena kondisi babangunan yang sudah mulai melengkung, mengatakan, memang benar bahwa dua ruangan yang ambruk akhir tahun 2015, pembangunan nya dilaksanakan secara swakelola. Pelaksana pembangunan adalah anak kandung Kepala sekolah, kami segaja mengosongkan ruangan yang atapnya sudah melengkung. Dikwatirkan atap bangunan bisa ambruk lagi seperti tahun 2015. Agar tidak terjadi korban, kami mengosongkan ruangan, katanya.

 Ketua Umum LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Drs Holder S ketika dimintai tanggapannya tentang pembangunan sekolah yang diduga dikerjakan asal jadi mengatakan,  Kepala sekolah sebagai ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S), harus bertanggung jawab atas dua ruangan belajar dibangun. Belum tiga tahun dibangun kondisi atap sudah melengkung, disuga telaah terjadi penyimpangan. Kepala sekolah seharusnya mempekerjakan tukan yang memahami bangunan, bukan diseraahkan kepada anak sendiri?. Kalau anaknya itu ahli bangunan bisa saja tetapi harus benar- benar melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan, katanya.

Dia menambahkan, Dinas Pendidikan juga seharusnya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut. Kami menduga Dinas pendidikaan bermain dengan Kepala sekolah sebagai P2S, tambahnya.  

Pengamatan wartawan di SDN Mangunjaya 04, kondisi gedung sudah mengkwatirkan, kalautidak segera dilakukan perbaikan akan berimbas ke ruangan yang berdempetan dengan ruangan tersebut. (tim)