Belum Bayar SPP Bulan Oktober Puluhan Siswa “Dikeluarkan Dari Ruangan”

Iklan Semua Halaman

.

Belum Bayar SPP Bulan Oktober Puluhan Siswa “Dikeluarkan Dari Ruangan”

Sku Metropolitan
Kamis, 27 September 2018


BEKASI, METRO- Orantua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat, sesalkan tindakan pengelola sekolah yang mengeluarkan siswa dari ruangan karena belum membayar SPP bulan Oktober.


Orangtu siswa menuturkan, “hari Rabu siswa kelas XII akan melaksamakan Ujian Tengah Semester (UTS), tetapi pihak sekolah tidak memberikan nomor peserta ujian karena belum melunasi uang SPP bulan Oktober. Bahkan pihak sekolah mengeluarkan empat puluh lima (45) siswa dari ruangan. Hanya lima (5) orang yang diperbolehkan mengikuti UTS, padahal pihak sekolah tidak memberitahukan, persyaratan untuk bisa mengikuti UTS harus menlunasi SPP bulan Oktober 2018,” katanya.

Menurutnya, setelah anak saya dikeluarkan dari ruangan belajar, langsung menghubungi saya dan menceritakan perlaku pihak sekolah. Saya langsung menghubungi wali kelas melalui WhatsApp (WA). Wali kelasnya tidak mengetahui tindakan pengelola sekolah, malah mengatakan, “mungkin dibagi dua kali bu” katanya membalas  WA saya. Yang sangat mengherankan, jumlah siswa sebanyak 50 orang satu ruangan, dikeluarkan 45 orang, bagaimana cara pembagian bisa di bagi 2 ? Kenapa hanya 5 orang yang bisa mengikuti UTS ?,. karena kami mendesak pihak sekolah, akhirnya anak- anak kami diberi nomor peserta UTS, tapi hanya untuk hari Rabu (26/9), pihak sekolah memaksa siswa untuk melunasi SPP bulan Oktober agar bisa mengikuti UTS selanjutnya, katanya.

Kepala Bidan Pendidikan (Kabid) SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Yessa, saat dikonfirmasi melalui Pesan singkat, mengetakan, menurut Kepala sekolah tidak benar siswa dikeluarkan dari ruagan kelas.  Semua siswa mengikuti kegiatan pekan ulang, bisa di cek kata Kepala Sekolah SMAN 4 Tambun Selatan melalui pesan singkat ke Kabid yang diteruskan ke wartawan SKU METROPOLITAN.

Sementara itu, Kepala ekolah SMAN 4 Tambun Selatan, ketika disambangi ke sekolahnya, tidak ada di tempat. Menurut Satuan Pengamanan (Satpam), Kepsek sedang berada diluar sekolah. Saat ini sedang berlansung UTS, semua guru tidak bisa diganggu, kata Satpam.

Humas SMAN 4 Tambun Selatan, Muhayar, melalui telepon genggamnya mengatakan, tidak benar siswa dikeluarkan dari ruangan kelas. Tetap karena UTS, harus satu orang satu meja atau dibagi dua, bukan dikeluarkan. Ketika ditantanya kenapa hanya 5 orang yang diperbolehkan mengikuti UTS, bukan lima orang, semua mengikuti UTS, tuturnya. (dpt)