Kirab Pusaka HUT Trenggalek ke-824 Momen Terakhir Emil Dardak

Iklan Semua Halaman

.

Kirab Pusaka HUT Trenggalek ke-824 Momen Terakhir Emil Dardak

Sku Metropolitan
Minggu, 02 September 2018


TRENGGALEK, METRO - Kirab pusaka dalam rangka memperingati Hari Jadi kabupaten Trenggalek yang ke-824 menjadi momen  terakhir bagi Bupati trenggalek H. Emil Elistianto Dardak bersama sang istri Arumi Bachsin pasalnya tahun 2019 mendatang Emil Dardak meninggalkan Trenggalek dalam rangka menjalankan amanah sebagai wakil gurbernur jawa timur.

Puncak peringatan diawali dengan kirab pusaka kabupaten Trenggalek berupa Tombak Koro Welang, Songsong Tunggul, Payung Songsong Tunggul Naga, Songsong Tunggul Wibowo lambang kabupaten Trenggalek serta penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha.
Kehadiran bupati beserta istri menjadi magnet tersendiri bagi ribuan masyarakat yang menyaksikan arak-arakan mulai jalan Diponegoro hingga lingkaran alon-alon  Trenggalek. Tidak hanya itu sejumlah tari-tarian dan maskot burung garudo juga ikut dihadirkan.

Arak-arakan kirab pusaka ini diawali dengan barisan terdepan yakni prajurit keraton mataram surakarta. Kendaraan  pembawa pusaka diikuti kereta kencana purbo waseso nuswantoro oleh bapak Emil Dardak beserta istri, dilanjutkan  kereta kuda dari masing-masing OPD dan dibarisan akhir ada pasukan garuda sebanyak 42.

Sesampainya di alon-alon seluruh rombongan berjalan kaki menuju pendopo manggala praja nugraha dilanjutkan dengan penyerahan pusaka yakni tombak koro welang, songsong tunggul nogo, songsong tunggul projo, prasasti sendang kamulyan kepada bupati trenggalek.

Dihadapan ribuan masyarakat trenggalek bupati juga mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap musibah bencana kebakaran pasar pon oleh karena itu tanpa mengurangi rasa kesakralan prosesi hari jadi emil dardak mengajak masyarakat trenggalek khususnya korban bencana kebakaran pasar pon karena kemajuan suatu daerah tak bisa lepas dari peran pedagang kecil yang dalam hal ini para pedagang pasar,” katanya.

Emil dardak tidak lupa meminta do’a kepada seluruh warga masyarakat trenggalek untuk melanjutkan perjuangan demi kemajuan daerah di tingkat provinsi. (Sar)