Masyarakat Meminta Ombudsman RI Investigasi Manajemen SMAN 1 Tambun Selatan

Iklan Semua Halaman

.

Masyarakat Meminta Ombudsman RI Investigasi Manajemen SMAN 1 Tambun Selatan

Sku Metropolitan
Sabtu, 29 September 2018


BEKASI, METRO- Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, mempertanyakaan sitatus siswa terbuka SMA Negeri 1 Tambun Selatan yang diterima pihak sekolah usai penerimaan peserta didik baru (P2DB) online tahun 2017 lalu, dan meminta Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya untuk melakukan investigasi terhadap dugaan Maladministrasi manajemen penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Tambun Selatan.

Hal itu mencuat dan menjadi perbincangan dikalangan masyarakat, sebab dalam P2DB online tahun 2018, SMA Negeri 1 Tambun Selatan tidak lagi menerima siswa terbuka, demikian juga SK (Surat Keputusan) Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat yang disebut pihak SMA Negeri 1 Tambun Selatan menjadi landasan atau payung hukum penerimaan siswa terbuka pada 2017 lalu.

Disebutkan masyarakat, dengan tidak menerima siswa terbuka pada P2DB tahun ini (2018), atau ada SK Kadisdik Jawa Barat usai P2DB online, berarti program penerimaan siswa terbuka tahun 2017 di SMA Negeri 1 Tambun Selatan patut diduga hanya akal-akalan kepala sekolah, atau tidak memilik payung hukum. Artinya, kata masyarakat, setiap SK Kadisdik, terlebih program baru atau penerimaan siswa terbuka, jelas harus melalui kajian serta pertimbangan aspek lainnya. Lantas, mengapa SK Kadisdik Jawa Barat tidak dilanjut di 2018, ujar masyarakat meragukan legalitas penerimaan siswa terbuka.

Lagi disebut masyarakat, jika legalitas siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan diakui oleh pemerintah, lantas mengapa siswa terbuka tidak tercantum dalam Dapodik (data pokok pendidikan) pada Kemendikbud, sebagai acuan Menteri Keuangan bersama Kemendikbud mengalokasikan dana Bos.

Terkait legalitas siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan yang menjadi perbincangan di masyarakat, Kepala SMA Negeri 1 Tambun Selatan Dra. Hj. Endang Srihartati Hasan M.Pd, beberapa kali ditemui Metropolitan di sekolah, tidak berada ditempat. Dikatakan petugas security, lagi dinas luar.

Ketua komite SMA Negeri 1 Tambun Selatan, Soon Zukian, yang turut ditemui Metropolitan mengatakan, siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan tetap masih ada, dan masih belajar di SMA Negeri 1 Tambun Selatan. Disinggung terkait P2DB tahun 2018 yang tidak menerima siswa terbuka, Soon Zukian enggan berkomentar, sembari meninggalkan Metropolitan.

Perlu diketahui, sebelumnya, Jumat (29/9/2017) tahun lalu, Kepala SMA Negeri 1 Tambun Selatan melalui panitia penerimaan siswa terbuka tahun 2017, Gatot Lelono mengatakan, siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan memiliki legalitas berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, ujarnya, namun tidak dapat menunjukkan SK dimaksud.

Dikatakan Gatot waktu itu, SMA Negeri 1 Tambun Selatan menerima siswa yang putus sekolah, yang sudah bekerja, bahkan yang sudah nikah atau berkeluarga. Jam belajar pun dapat disesuaikan, tergantung ketersediaan waktu para siswa terbuka. Dan siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan berinduk ke SMA Negeri 1 Tambun Selatan, ujarnya Gatot berkelit.

Saat didesak Metropolitan, jika ada siswa terbuka SMA Negeri 1 Tambun Selatan berarti ada siswa tertutup SMA Negeri 1 Tambun Selatan, dimana sekolahnya? Gatot mengatakan, tidak ada siswa tertutup SMA Negeri 1 Tambun Selatan. Nanti, kata Gatot, ijazah yang diterima siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan adalah ijazah sama dengan siswa SMA Negeri 1 Tambun Selatan, sebab di Kemendikbud yang terdaftar adalah semua siswa SMA Negeri 1 Tambun Selatan, ujar Gatot kembali berkelit.

Lagi kata Gatot berkelit, sambil menunggu TKB (Tempat Kegiatan Belajar) di bangun, saat ini semua siswa terbuka masih menumpang belajar di SMA Negeri 1 Tambun Selatan. Dari pernyataan Gatot yang tanpak tidak berbanding lurus atau mencla-mencle, patut diduga legalitas siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan diragukan.

Perlu diketahui, siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan tidak satupun yang putus sekolah, sebab siswa terbuka hanya orang yang tidak diterima saat P2DB online tahun 2017 sehingga harus masuk ke sekolah swasta, artinya belum pernah putus sekolah seperti yang disebutkan Gatot Lelono.
Ironisnya, menurut sumber yang layak dipercaya, siswa terbuka di SMA Negeri 1 Tambun Selatan dibebankan iuran SPP, sebagaimana siswa lainnya.

Untuk meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan sebagaimana satu dari tiga pilar tujuan pendidikan nasional yakni, meningkatkan akses pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan meningkatkan daya saing serta akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan, maka pemerintah atau lembaga terkait perlu melakukan penyelidikan terhadap manajemen penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Tambun Selatan.

Hal itu diperlukan, untuk memastikan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Tambun Selatan tidak gagal menjalankan produk hukum. (Marihot Tampubolon)