Pelaku Human Trafficking Berkedok PJTKI Berhasil Dibekuk Satreskrim

Iklan Semua Halaman

.

Pelaku Human Trafficking Berkedok PJTKI Berhasil Dibekuk Satreskrim

Sku Metropolitan
Sabtu, 08 September 2018


SUBANG, METRO- Tindakan Kriminal yang dilakukan tiga orang pelaku per dagangan manusia (Human Trafficking) yang berkedok Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ((PJTKI) sebagai Penyalur dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal berhasil dibekuk Satreskrim Polres Subang.

Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni di dampingi Kasat Reskrim, AKP M Ilyas Rusti andi dan Kasi Penempatan, H. Indra Suparman, menjelaskan, ketiga pelaku yang ditetapkan tersangka terbukti terlibat tindak pidana  perda gangan manusia (Human Trafficking) berkedok Penyaluran dan/atau penempatan TKI ilegal.

“Ke-tiga tersangka tersebut diantaranya yakni, AN asal Binong, NUR dari Gambarsari serta S alias Sri asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau sudah kita tahan,” ungkap Kapolres kepada awak media dalam konperensi persnya, Jum'at (7/9/2018).

Tindakan dan perbuatan yang dilakukan ke-tiga pelaku tersebut, mengakibatkan para pelaku itu diancam hukuman 15 tahun penjara dengan denda milyaran rupiah. Sebab melanggar pasal 2 dan 4 UU RI No. 21 tahun 2007 ten tang Tindak Pidana Perdagangan Manusia (Human Trafficking), serta pasal 102, 103 dan  pasal 104 UU RI No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ke-tiga pelaku, mereka mengakui telah memberangkatkan 25 orang, bahkan berdasarkan informasi mereka juga bermain dalam pengiriman TKI ke Arab Saudi,”tuturnya.

Sementara Kepala Seksi Penempatan Disnaker trans Kabupaten Subang, H. Indra mengatakan, awal terungkapnya kasus ini, menerima adanya  pengaduan TKI yang meninggal di Malaysia dan ternyata tidak terdaftar. Namun tetap dilakukan penjemputan setelah proses administrasi sele sai hingga dimakamkan dengan biaya ditang gung Negara.

“Berdasarkan catatan kita, dari 25 TKI ilegal yang disalurkan oleh para tersangka sudah ada 2 orang yang telah meninggal, satu diantaranya ada yang terinfeksi HIV,” ungkap Indra.

Selain itu diketahui yang terakhir korban berna ma Heriah TKI asal Desa Kediri Kecamatan Binong, meninggal di Malaysia dan itu diketahui ternyata berangkat lewat jalur ilegal,  sebagai perantara AN melalui tersangka SR yang berke dudukan di Tanjung Pinang. Kemudian tersang ka AN membawa korban, tanggal  24 Maret 2018 mengunakan pesawat Lion penerbangan ke Tanjung Pinang, lantas korban dan tersangka AN di jemput oleh tersangka SR menuju rumah nya. Singkat cerita korban dibuatkan Pasport wisata oleh tersangka Sri dan diberangkatkan ke Malaysia dengan menggunakan kapal Feri.

Selanjutnya keluarga korban pada tanggal 29 Juli 2018, mendapat kabar duka dari tersangka AN bahwa korban telah meninggal dunia dan keluarga korban meminta agar jenazah korban segera dipulangkan. Akhirnya Disnakertrans-pun mengendusnya bahkan segera dilakukan pelaporannya ke Mapolres Subang.

Kendati demikian barang bukti yang didapat diantaranya yakni berupa satu buah Pasport atas nama Heriah pembuatan di Imigrasi Tan jung Pinang, qsatu buah buku tabungan atas nama Amin, surat kematian atas nama Heriah, satu buah handphone merk Nokia war na hitam, satu buah handphone Merk Nokia warna biru, satu buah Handphone Merk Sam sung A5, satu buah Handphone merk Mito war na hitam, dan satu buah handphone Merk Huag mi warna gold, dan satu lembar booking ticket Lion Group. *Deny*