Pelaku Human Trafficking Berkedok PJTKI Dibekuk Satreskrim

Iklan Semua Halaman

.

Pelaku Human Trafficking Berkedok PJTKI Dibekuk Satreskrim

Sku Metropolitan
Minggu, 16 September 2018


SUBANG, METRO- Tindakan kriminal yang dilakukan tiga orang pelaku perdagangan manusia (Human Trafficking) yang berkedok Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ((PJTKI) sebagai penyalur dan penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal berhasil dibekuk Satreskrim Polres Subang dan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni di dampingi Kasat Reskrim AKP. M. Ilyas Rustiandi dan Kasi Penempatan H. Indra Suparman, menjelaskan, ketiga pelaku yang ditetapkan tersangka terbukti terlibat tindak pidana  perdagangan manusia (Human Trafficking) berkedok penyalur dan/atau penempatan TKI ilegal.

Ke-tiga tersangka tersebut diantaranya yakni, AN asal Binong, NUR dari Gambarsari, serta S alias Sri asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sudah kita tahan, ungkap Kapolres kepada awak media dalam konperensi persnya, Jum'at (7/9/2018).

Tindakan dan perbuatan yang dilakukan ke-tiga pelaku tersebut, mengakibatkan para pelaku itu diancam hukuman 15 tahun penjara, dengan denda milyaran rupiah. Sebab melanggar pasal 2 dan 4 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Manusia (Human Trafficking), serta pasal 102, 103 dan  pasal 104 UU RI No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ke-tiga pelaku, mereka mengakui telah memberangkatkan 25 orang, bahkan berdasarkan informasi mereka juga bermain dalam pengiriman TKI ke Arab Saudi,”tuturnya.

Sementara Kepala Seksi Penempatan Disnakertrans Kabupaten Subang, H. Indra mengatakan, awal terungkapnya kasus ini, menerima adanya  pengaduan TKI yang meninggal di Malaysia dan ternyata tidak terdaftar. Namun tetap dilakukan penjemputan setelah proses administrasi selesai hingga dimakamkan dengan biaya ditanggung Negara.

“Berdasarkan catatan kita, dari 25 TKI ilegal yang disalurkan oleh para tersangka, sudah ada 2 orang yang telah meninggal, satu diantaranya ada yang terinfeksi HIV,” ungkap Indra.

Selain itu, diketahui yang terakhir korban bernama Heriah, TKI asal Desa Kediri, Kecamatan Binong, meninggal dunia di Malaysia. Dan itu diketahui, ternyata berangkat lewat jalur ilegal,  sebagai perantara AN melalui tersangka SR yang berkedudukan di Tanjung Pinang.


Kemudian, tersangka AN membawa korban, tanggal  24 Maret 2018, menggunakan pesawat Lion penerbangan ke Tanjung Pinang. Lantas, korban dan tersangka AN di jemput oleh tersangka SR menuju rumahnya. Singkat cerita, korban dibuatkan Pasport wisata oleh tersangka Sri dan diberangkatkan ke Malaysia dengan menggunakan kapal Feri.

Selanjutnya, keluarga korban pada tanggal 29 Juli 2018, mendapat kabar duka dari tersangka AN bahwa korban telah meninggal dunia dan keluarga korban meminta agar jenazah korban segera dipulangkan. Akhirnya Disnakertrans-pun mengendusnya bahkan segera dilakukan pelaporannya ke Mapolres Subang.

Kendati demikian, barang bukti yang didapat diantaranya yakni, satu buah Pasport atas nama Heriah, pembuatan di Imigrasi Tanjung Pinang, satu buah buku tabungan atas nama Amin, surat kematian atas nama Heriah, satu buah handphone merk Nokia warna hitam, satu buah handphone merk Nokia warna biru, satu buah Handphone merk Samsung A5, satu buah Handphone merk Mito warna hitam, dan satu buah handphone Merk Huagmi warna gold, serta satu lembar booking ticket Lion Group. (Deny)