Pembangunan Jaling Cabang Empat Diduga Dikerjakan Sangat Tipis

Iklan Semua Halaman

.

Pembangunan Jaling Cabang Empat Diduga Dikerjakan Sangat Tipis

Sku Metropolitan
Minggu, 02 September 2018


BEKASI, METRO- Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi telah mengalokasikan Dana APBD 2018 untuk pembangunan insfratruktur jalan di lingkungan wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Namun keberadaan kegiatan peningkatan jalan lingkungan (Jaling) banyak yang diduga menyalahi aturan atau tidak sesuai Bestek/ RAB (Rancangan Angaran Belanja).


Dalam pantauan Metropolitan,  peningkatan jalan lingkungan dengan dana APBD tahun anggaran 2018, banyak dikerjakan rekanan tidak sesuai Bestek/RAB. Hal itu mengakibatkan perbaikan jalan, baru dikerjakan sudah retak-retak atau pecah rabut, dan terkesan asal jadi.

Pengawas Tata Ruang Pemukiman (Tarkim, red) dan konsultan, seakan masa bodoh pada saat pelaksanaan pekerjaan, sehingga pemborong berani melanggar aturan atau tidak sesuai dengan Bestek/RAB yang mereka terima.

Dari dipantau Metropolitan pembangunan jalan lingkungan yang diduga pelaksanaan pengerjaan teralu tipis sehingga bisa mengakibatkan amburadul sebab diduga kuat tidak sesuai dengan Bestek/RAB adalah Nomor registrasi kegiatan: 1.04.01.2.1064, peningkatan jaling Kp.Cabang Empat, Rt. 01/Rw.01, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kab.Bekasi, Propinsi Jawa Barat.

Ketua LSM Jeko (Jendela Komunikasi) Dede Pardede mengatakan, pada saat pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan, pemerintah daerah melalui Dinas Tarkim dalam pengawasannya terkesan ada main mata dengan pihak rekanan sehingga tidak sesuai dengan Bestek/RAB.

Dede menegaskan, pelaksanaan pembangunan jalan lingkungan di Kampung Cabang Empat tersebut, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, yang dikerjakan oleh rekanan tidak tanpak papan proyek sehingga ada indikasi untuk berbuat kecurangan dan merugikan masyarakat setempat sebagai pengguna jalan.

Dede menambahkan, “Kepala Dinas TARKIM serta anggota DPRD Komisi 3 dan aparat penegak hukum harus bertindak tegas kepada rekanan yang mengerjakan jalan lingkungan asal jadi sehingga ada pembelajaran,” ujarnya. (Acep)