Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Kabupaten Bekasi

Iklan Semua Halaman

.

Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Kabupaten Bekasi

Sku Metropolitan
Rabu, 05 September 2018


BEKASI, METRO – Subdit 2 Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menggungkap dan menangkap pelaku Kasus Mafia Tanah di Desa Segaramakmur Kec. Tarumajaya Kab.Bekasi yang melibatkan Oknum Pejabat Desa, Kecamatan, dan figur, dengan memalsukan AJB & Dokumen Pendukungnya 


Demikan hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol  Raden Prabowo Argo Yuwono,kepada awak media melalui reles persnya, rabu ( 5/9). 
Para tersangka merupakan oknum pejabat desa dan kecamatan dengan modus memalsukan AJB beserta dokumen pendukungnya yaitu . H. M D (Penjual),  A A (Penjual), J S (Penjual), Hj. S F (Pembeli),  Drs. H S, Msi (Camat),  H. A S (Sekdes), H. A (Kades), H. H (Kadus), H. B (Staf Bag. Pemerintahan), S (Staff Desa),  SH (Staff Kecamatan).

Kronologisnya, Berdasarkan Laporan Polisi No.Pol: LP / 2477 / VII / 2014 / PMJ / Ditreskrimum, tgl 3 Juli 2014 dengan Pelapor LILIS SURYANI sbg pemilik tanah yang sah berdasarkan SHM no; 163 atas nama LINA dimana lokasi tersebut diperoleh berdasarkan Akta Jual Beli No. 277/ JB/ BS/ TR/ VII/ 1992 tanggal 20 Juli 1992 yang dibuat dihadapan Drs. BAMBANG SULAKSANA Selaku PPAT Kec. Tarumajaya yang keberatan atas terbitnya AJB no. 1368/Segaramakmur, tanggal 31 Desember 2011yang dibuat dihadapan Drs. HERMAN SUJITO MSi. Selaku PPAT/Camat Tarumaja. Dengan dasar LP tersebut, Unit II Subdit 2 Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol. SAMIAN, SH, SIK, MSI telah berhasil mengungkap Perkara Mafia Tanah dengan Modus Operandi sbb:


Lanjutnya, Pada tanggal 31 Desember 2011, tersangka H. M. DAGUL bin RASIM bersama- sama dengan adiknya yakni Tersangka JABA SUYATNA dan Tersangka AGUS ASEP membuat surat palsu berupa: Surat Kematian dan Keterangan Waris dari alm RACI yang telah meninggal th 1973 dan tidak memilik anak, sebagai pemilik Girik C. No. 315 atas nama RACI binti MARIN dengan luas 7720 M2 yang dibantu oleh tersangka H. M. BARIF (bagian pemerintahan) yang menyiapkan data-data sebagai berikut: 1). Alas hak tanah berupa Girik C. 315 seolah-olah atas nama RACI; 2). Surat Penguasaan Pisik; 3). keterangan tidak sengketa dan surat –surat lain yang terkait untuk jual beli tanah. Faktanya bahwa RACI tidak mempunyai tanah di Kampung Kebun Kelapa Desa Segaramakmur Kec. Tarumajaya, meninggal pd tahun 2006, dan telah menikah dengan memiliki 5 (lima) anak (SITI, RUMINAH, IPIT, PARNI dan TAUFIK HIDAYAT) sebagai Ahli Warisnya.

Kemudian Surat-surat yang diajukan oleh Tersangka H. M. DAGUL bin RASIM, Dkk diligalisir dan disahkan oleh Tersangka H. AMRAN (saat itu Kepala Desa) dan Tersangka H. AGUS SOPYAN (saat itu sebagai Sekdes) saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Segaramakmur yang mengetahui kalau surat-surat tersebut tidak benar isinya. Setelah dokumen/surat-surat siap, kemudian Tersangka H. M. DAGUL bin RASIM (pihak penjual) dan tersangka Hj. MELLY SITI FATIMAH (pihak pembeli), mendatangi rumah Tersangka JABA SUYATNA dan Tersangka AGUS ASEP untuk meminta tandatangan di Surat Keterangan Waris dan Surat Kuasa Untuk Menjual sebagai data pendukung untuk AJB, kemudian tandatangan dari salah satu saudara para tersangka yakni Sdr. ROSIDIN yang berada di Morotai Maluku Utara ditandatangani oleh Tersangka H. M. DAGUL bin RASIM tanpa persetujuan, dengan sepengetahuan tersangka Hj. MELLY SITI FATIMAH (pihak pembeli), Tersangka JABA SUYATNA dan Tersangka AGUS ASEP.

Setelah dokumen pendukung lengkap, kemudian tersangka Hj. MELLY SITI FATIMAH (pihak pembeli) atas arahan tersangka H. M. BARIF (bagian pemerintahan), meminta bantuan tersangka SYAFII (staff desa) untuk membuatkan Akta Jual Beli (AJB), yang ditandatangani oleh para tersangka sebagai Figur Penjual dan Pembeli, dan ditandatangani oleh para saksi pada saat AJB yakni para tersangka. Sedangkan tandatangan tandatangan dari salah satu saudara para tersangka yakni Sdr. ROSIDIN yang berada di Morotai Maluku Utara ditandatangani oleh Tersangka H. M. DAGUL bin RASIM tanpa persetujuan, dengan sepengetahuan tersangka Hj. MELLY SITI FATIMAH (pihak pembeli) Tersangka JABA SUYATNA dan Tersangka AGUS ASEP. Pada saat transaksi tersebut, tersangka Hj. MELLY SITI FATIMAH (pihak pembeli) menyerahkan langsung uangnya kepada tersangka H. M. BARIF secara tunai sebesar kurang lebih Rp. 600.000.000,00 (enam ratus tiga puluh juta rupiah), kemudian tersangka H. M. BARIF kepada tersangka H. M. DAGUL bin RASIM hanya sekitar Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah), dan oleh tersangka H. M. DAGUL bin RASIM, memberikan masing-masing sebesar Rp. 2.500.000,00 (dua juta lima ratus rupiah) kepada tersangka JABA SUYATNA dan Tersangka AGUS ASEP. Dan sebagian besarnya dibagi-bagi oleh para tersangka H. M. BARIF, Tersangka H. AMRAN (saat itu Kepala Desa) dan Tersangka H. AGUS SOPYAN (saat itu sebagai Sekdes). 

Kemudian sekira bulan Juni 2012, tersangka Hj. MELLY SITI FATIMAH (pihak pembeli) ditemani oleh AWI ISKANDAR (adik tersangka AGUS SOFYAN), mendatangi kantor kecamatan Segara Makmur dengan membawa AJB, semua dokumen/data-data pendukung termasuk BPHTB yang ternyata palsu, untuk meminta tandatangan Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Sementara (PPATS), yang bertemu dengan tersangka SUHERMANSYAH (staff Kecamatan), kemudian tersangka SUHERMANSYAH mengetik nomor dan hari/tanggal transaksi, yang diisi dengan no; 1368 dan transaksi dilakukan pada hari Jumat tanggal 31 Desember 2011, setelah itu mendatangi rumah Tersangka HERMAN SUJITO selaku PPATS/Camat Tarumajaya guna meminta tandatangan.

Faktanya,bahwa Tersangka HERMAN SUJITO, pada bulan Juni 2102 sudah tidak lagi menjabat sebagai PPATS/Camat Tarumajaya, yang sudah diganti oleh SOFYAN HADI pada bulan Mei 2011, selain itu dari hasil penyidikan didapatkan fakta, bahwa pada tanggal 31 Desember 2011 adalah hari Sabtu dan buku register telah ditutup dan ditandatangani oleh Camat Drs. HERMAN SUJITO, MSi. Pada tanggal 30 Desember 2011. Diluar tanggal itu temukan 163 AJB yang dibuat dan ditandatangani seolah-olah pada hari Jumat tanggal 31 Desember 2011.

Atas perbuatanya Para tersangka dikenakan Pasal 263, 264 DAN 266 JO. 55 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 6 ( enam ) tahun ( Martinus).