Pondasi Proyek Bangunan Pasar Pakai Batu Bata

Iklan Semua Halaman

.

Pondasi Proyek Bangunan Pasar Pakai Batu Bata

Sku Metropolitan
Kamis, 27 September 2018


MUSIRAWAS, METRO - Proyek pembangunan Pasar  Kota baru, Kecamatan BTS Ulu, Musirawas, Sumatera Selatan, kualitas struktur kontruksi bangunan seperti pasangan pondasi diragukan. Pasalnya, pondasi bangunan pasar di tempat tersebut diduga dipasang memakai batu bata.


Melalui Dinas Perdagangan  Musirawas,  Proyek Miliaran ini dianggarkan menggunakan dana APBD Musirawas 2018, dengan masa kontrak 180 hari yang  dikerjakan oleh PT. Indokusuma.

Menurut sumber, saat ditanya, minggu lalu, mengatakan proyek pembangunan pasar di  Kota Baru  kini masih tahap pengerjaan dan bangunan ini baru mencapai  sekitar 45%. Dalam pengerjaan proyek  tersebut ada bagian struktur kontruksi  bangunan yang sangat patal diduga dimainkan seperti kedalaman pondasi, material pondasi dan cakar ayam untuk tiang pilar.

“Pada pasangan pondasi galian tanah digalih cuma sekedarnya, material yang dipasang  memakai batu bata. Sedangkan, pasangan cakar ayam untuk tiang pilar diduga  tidak ada, tiang pilar yang terpasang hanya menempel di atas pondasi batu bata dan dikunci dengan balok cor. Apabila struktur bangunan dikerjakan sedemikian kemungkinan kualitas bangunan diragukan” ungkapnya.

Sementara, Danil, selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK), Dinas Perdagangan Kabupaten Musirawas, saat di konfirmasi,Minggu lalu, mengatakan, menurut dalam kontrak proyek ini dikerjakan selama 180 hari terhitung mulai tanggal 8 Juni sampai 7 Desember 2018 dan sekarang masih tahap pengerjaan.

Dalam petunjuk gambar, ukuran luas bangunan ini panjang 28 M3,lebar 28 M3, ukuran kedalaman pondasi 1,20 M3 dan memakai cakar ayam. Sementara, soal besi yang digunakan berapa satuan kilo gram yang dipakai, Dirinya tidak mau menjelaskan, karena pertanyaannya sudah mendetail.

“Apabila nanti ada perubahan dalam proyek yang tidak sesuai dengan dasarnya dan gambar, maka nanti dilakukan CCO, biasanya apa yang ada dalam gambar ketika dilakukan dilapangan hasilnya beda, belum tentu sama dengan gambar. Hal ini disebabkan banyak factor-factor kendala dilapangan. Perlu di ketahui buatan manusia tidak ada yang sempurna yang sempurna itu milik Allah”,ujarnya.

Saat PPK lagi memberikan penjelasan, Ibu Nurhasana, Plt Kadis Perdagangan Kabupaten Musirawas datang dengan tiba-tiba  dan berdiri di depan pintu ruangan. Kadis langsung marah dan memerintahkan PPK untuk berhenti  memberikan keterangan terkait proyek tersebut.

“Sudah Pak Danil tidak usah dilanjutkan lagi, pertanyaan mereka seperti KPK sudah terlalu detail sekali, soal teknis silahkan konfirmasi dengan bagian pengawas di Dinas PUCKTR dan Pengairan Kab. Musirawas”, ucapnya dengan kesal sambil meninggalkan ruangan PPK.

Adanya kejadian itu, akhirnya  PPTK tidak mau lagi melanjutkan dan memberikan penjelasan terkait proyek tersebut “ Anda dengar sendiri kata-kata Kadis, beliau menyuruh saya untuk tidak dilanjutkan lagi konfirmasi ini”, ujarnya.

Lanjutnya, Dirinya tetap merespon  dan menerima adanya informasi soal pondasi proyek bangunan pasar di daerah tersebut  memakai material batu bata dan cakar ayam tidak ada, pihaknya akan kros cek kelokasi.

“ Terimakasih sudah memberikan informasi soal kegiatan itu kepada kami, hal ini akan ditindak lanjuti dan mengajak pihak Konsultan dan Pak Ibnu selaku Pengawas Proyek dari Dinas PUCKTR dan Pengairan Musirawas turun ke kelapangan”, ujarnya.
Selain itu, Ibnu, Dinas PUCKTR dan Pengairan Musirawas selaku pengawas proyek bangunan pasar di lokasi tersebut, Minggu lalu,belum bisa ditemui, menurut stafnya, Pak Ibnu tidak ada beliau ada di Palembang. (Toni).