Proyek Jaling Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Iklan Semua Halaman

.

Proyek Jaling Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Sku Metropolitan
Kamis, 06 September 2018


BEKASI, METRO- Pemerintah daerah Kabupaten Bekasi telah mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur hingga ke Kedesa desa. Tetapi anggaran ratusan juta bahkan miliaran rupiah itu tidak dialoksikan sesuai dengan Rencana Anggran Biaya (RAB). Hal itu terbukti dengan maraknya pekerjaan jalan lingkungan yang dikerjakan asal jadi. Hal itu dikatakan Sekjen Pemuda Pancasila (PP), Babelan Nursin, kepada waratawan.
 
proyek jaling rt01/01 muara bakti
Nursin menjelaskan, pekerjaan proyek peningkatan jalan lingkungan (jaling ) yang berlokasi di Gang H. Ribut, RT 01 / RW 01 Dusun I , Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi di duga dikerjakan tidak sesuai dengan RAB).

“Papan proyek tidak dipasang, kontraktor diduga segaja tidak memasang papan proyek agar masyarakat tidak mengetahui Perusahaan apa yang melakukan pekerjaan, sumber dana dari mana dan berapa anggaran biaya nya. Pengamatan kita saat pengecoran, ketebalan nya tidaak mencapai 15 CM. Pengawas dan konsulta yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan tersebut tidak terlihat dilapangan. Diduga pengawas, konsultsebut, jelasnya.

Lanjutnya, pengguna anggaran seharusnya melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang dibiayai uang negara itu. Pemerintah telah mengeluarkan anggaran untuk membangun jalan, tetapi tidak dapat dinikmati sesuai dengan harapan masyarakat, tuturnya.

Selain proyek jaling di Kecamatan Babelan,dua paket proyek di jaling di Perumahan Bumi Lestari RW 014, desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan juga dikerjakan asal jadi.  Pembangunan peningkatan jalan lingkungan paket pertama dikerjakan CV Mulya Dwi Putri, dalam surat Perjanjian Pekerjaan tertuang nilai proyek sebesar Rp 127.513.000. sedangkan Paket II dikerjakan CV Salam Sukses Sejahtera senilai Rp 117.363.045.
 
proyek jaling bumi Lestari

Ketua RW 014, Ujang Suryana mengatakan, ‘saya sangat menyayangkan hasil pekerjaan yang dilaksanakan kedua kontraktor. proyek peningkatan jalan yang dikerjakan CV Mulya Dwi Putri sangat tidak bermutu. Muali dari Ketebalan, hingga kwalitas coran. Ketebalan nya seharusnya 15 Cm, tetapi kenyataan, hanya 4 hingga 8 Cm. Setelah setelasi dicor banyak abu, kami menduga kwalitas Corannya tidak sesuai dengan aturan dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan pertanahan. Kami telah melakukan protes terhadap pelaksana, tetapi tidak digubris, katanya.

Sementara itu, Ny Sungkowo, istri Ketau RT 001/014, menuturkan, hasil kerja Kontraktor paket pertama sangat tidak berkwalitas, kami warga siap diminta tanda tangan protes agar pemerintah Kabupaten bekasi tidak membayar hasil kerja CV Mulya Dwi Putri itu, katanya di Kantor RW 014.

Sementara proyek peningkatan jalan Paket  II yang dikerjakan CV Salam Sukses juga diduga tidak sesuai dengan biaya negosiasi harga yang diterima wartawan dari Ketau RW 014. Dalam negosiasi harga tertuang panjang 102 meter, lebar 6 meter dan tebal 0,15 meter, pekerjaan jalan beton K 350 (non play asli), Volume 91,80 m3 dan beton oprit vomume 0,90 m3. Ketebalan cor beton tersebut tidak sesuai dengan yang tertuang di biaya negosiasi harga. Papan penahan coran ditanam beberapa cm, hal itu akan mempengaruhi ketebalan cor beton dan mengurangi volume, ujar Ketua RW 014, Ujang.

Ujang menambahkan, volume cor beton 91,80, satu mobil Molen berisi 7 m3, sedangkan yang masuk hanya 10 mobil, berati 70 m3. Kalau dikurang 91,80, berarti kekurangan volume sebesar 21,8 m3, tabahnya. (Doy.acep)