Seragam Jadi Ajang Kepsek Raup Rejeki

Iklan Semua Halaman

.

Seragam Jadi Ajang Kepsek Raup Rejeki

Sku Metropolitan
Senin, 17 September 2018


BEKASI, METRO- SMKN 1 Babelan mewajibkan siswa membeli seragam di sekolah, sekolah itu bahkan mematok harga seragam lebih tinggi dibanding harga pasaran di luar sekolah. Padahal pemerintah telah membuat Aturan agar pakaian seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orang tua. Hal itu dikatakan Katua Umum LSM Peduli Anak Bangsa (PAB) Drs Holder S.
logo smkn 1 Babelan

Holder, menjelaskan, Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan telah menerbitkan Permendikbud Nomor 45 tahun 2014, tentang Pakaian seragam telah diatur, bahwa pengadaan seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orangtua atau wali. Selain itu, pengadaan seragam tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan PPDB. Diduga kepala sekolah meraup keuntungan dari hasil penjualan seragam siswa, katanya.

Kenyataan dilapangan SMKN 1 Babelan, mewajibkan siswanya membeli seragam seharga Rp 1.500.000, dengan dalih Koperasi sekolah. Biaya seragam tersebut sangat memberatkan orangtua siswa, ujar Holder.

Holder menambahkan, selain penjuala seragam, SMKN 1 Babelan juga melaksanakan Latihan Dasar Kepemiminan Siswa (LDKS) diluar sekolah. Biaya kegiatan LDKS tersebut dibebankan ke siswa sebesar Rp 350.000/siswa.  Padahal lokasi kegiatan dari sekolah tidak seberapa jauh, karena lokasinya di Cibubur Jakarta Timur, orang tua siswa harus merogoh kantong lagi untu biaya tersebut, tambahnya.

Salah seorang orang tua siswa menuturkan, seragam yang dibeli dari sekolah sangat mahal, kalau penjualan itu dilakukan oleh koperasi seharusnya tidak semahal itu. Biasanya Kopersai menjual barang atau pakaian, lebih murah dari harga pasaran, tetapi di SMKN 1 Babelan, malah terbalik, katanya, polos. Orangtua siswa mengatakan, selain biaya seragam, kami juga harus membayar SPP sebesar, Rp 250.000, setiap bulan. Biaya itu juga sudah berat bagi kami, karena saya hanya mengandalkan hasil tani, katanya.

Ketiaka hal itu mau dikonfirmasi ke pihak sekolah, kepala sekolah tidak ada di tempat, menurut salah seorang petugas keamanan, Kepala sekolah sedang ada acara di luar sekolah, katanya. (arnol)