Setiap Bulan Ratusan Istri Minta Cerai

Iklan Semua Halaman

.

Setiap Bulan Ratusan Istri Minta Cerai

Sku Metropolitan
Senin, 24 September 2018


TULUNGAGUNG, METRO - Motif ekonomi menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Kabupaten Trenggalek,Jawa Timur. 


Dalam delapan bulan terakhir tercatat,total jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan Agama ( PA) Kabupaten Trenggalek antara bulan Januari hingga Agustus 2018 sebanyak 1292 kasus sedangkan yang diputus cerai sebanyak 1146 kasus.

Ketua Pengadilan Agama Kabupaten  Trenggalek, H.Nur Chozin melalui Panitera Muda Hukum Achmad Romli menuturkan , untuk kasus perceraian yang ditangani PA Trenggalek ,didominasi kasus Gugat cerai atau dari pihak istri dari bulan Januari hingga Agustus 2018 sebanyak 901 kasus sedangkan yang diputus cerai sebanyak 816 kasus .

"Alasan utama istri gugat cerai itu didominasi karena masalah ekonomi dan pertengkaran terus menerus" katanya.

Achmad Romli mengaku prihatin melihat tingginya angka perceraian dikotanya meski masih dibawah kabupaten tetangga seperti Tulungagung , Blitar maupun Kediri .

"harusnya pasangan yang mau nikah lebih dulu mempersiapkan sebaik-baiknya ,dan apabila dalam rumah tangga terjadi percekcokan sebaiknya orang tua kedua belah pihak membantu merukunkan , jangan buru-buru dibawa ke Pengadilan" kata Romli.

Sementara itu, Ida (32) warga Watulimo ,seorang ibu dengan satu anak ini menjawab,  jika ia terpaksa menggugat cerai suaminya lantaran sudah empat tahun ini suaminya tidak pulang,suami meninggalkan keluarga tanpa kabar berita.

"selama empat tahun ini,suami pergi meninggalkan keluarga tanpa memberi nafkah fisik maupun batin," ujar Ida.

Hal sama disampaikan Tuti(39) warga Gandusari ,setelah sekian lama bersabar terhadap kepergian suaminya ,ia akhirnya memutuskan menggugat cerai .

"saya lebih lama lagi , enam tahun suami meninggalkan anak dan istri tanpa keterangan , alasanya mencari pekerjaan di Malaysia ,tapi sampai saat ini tidak pernah pulang ,kalau digugat cerai pihak keluarga suami selalu menghindar dan baru tahun ini saya bisa mengajukan gugatan cerai" kata Tuti  (Sar)