SMAN 1 Setu Gunakan Program SKS Kerjasama Japan Foundation

Iklan Semua Halaman

.

SMAN 1 Setu Gunakan Program SKS Kerjasama Japan Foundation

Sku Metropolitan
Jumat, 14 September 2018


BEKASI, METRO- Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Setu Kabupaten Bekasi giat meningkatkan mutu pendidikan bagi para siswa. Fokus mutu pendidikan dalam penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diharapkan dapat menciptakan siswa berdaya saing di bidang akademik maupun non akademik.

Kepala SMAN 1 Setu, DR. H Dedi Nurhadiat, M. Pd, didampingi Humas, Santa, mengatakan, untuk mencetak siswa-siswi berprestasi diperlukan peran guru dalam menerapkan kedisiplinan.

Menurut, Dedi, dalam menciptakan generasi yang mampu berdaya saing dibutuhkan kedisiplinan dewan guru sebagai contoh bagi para siswa.
“Berawal dari kedisiplinan guru. Sekolah berpres tasi tidak datang begitu saja, namun diperoleh dari bimbingan guru yang profesional dalam mengajar menjadi kunci di balik prestasi yang dihasilkan. Tenaga didik andal itu sangat dibutuhkan,” terang, Dedi.

Sementara, Humas SMAN 1 Setu, Santa, juga menambahkan, kedisiplinan tak hanya diucapkan tetapi yang terpenting dengan contoh nyata. Semisal, kepala sekolah dan dewan guru datang sebelum pukul 07.00 pagi, sebelum siswa tiba di sekolah.

“Kita harus melewati berbagai proses. Proses yang baik tak dapat dipisahkan dari lingkungan sekitar. Intinya, faktor utamanya tidak terlepas dari proses pembelajaran yang baik dan lingkungan yang baik,” jelasnya.

Dalam meningkatan mutu pendidikan, lanjutnya, tentunya kami di SMAN 1 Setu, akan berupaya semaksimal mungkin agar siswa kami mendapatkan pembelajaran yang lebih baik lagi.

Menurutnya, jumlah siswa SMAN 1 Setu tahum pelajaran 2018, 1.222. sedangkan tenaga pendidik ASN 34 orang dan 6 non ANS. Sedangkan tenaga Tata usaha 16 orang. Jumlah ruang belajar 29, dan 30 rombongan belajar (Rombel), tuturnya.

Santa, menambahkan,  lulusan SMAN 1 Setu tahun pelajaran 2017/2018 diterima diperguruan tinggi negeri sebanyak 70 orang.  Tahun 2018, sekolah kami memakai program SKS bekerja sama dengan Japan Foundation, bahasa Jepang, gurunya juga berasal dari Jepang, jelasnya. (arnol)