Tradisi Nyadran Desa Di Desa Bendo Kecamatan Padas Gelar Tari Gambyong

Iklan Semua Halaman

.

Tradisi Nyadran Desa Di Desa Bendo Kecamatan Padas Gelar Tari Gambyong

Sku Metropolitan
Minggu, 02 September 2018


NGAWI, METRO- Suguhan Seni Gambyong di Desa Bendo, Kecamatan Padas, menjadi magnet bagi masyarakat desa setempat untuk memadati lapangan tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari tradisi Nyadran Desa. Warga berbondong-bondong sejak maghrib tiba untuk melihat hiburan yang rutin digelar setiap tahun. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat, perlindungan dan rejeki yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada masyarakat.

Selain masyarakat, juga seluruh perangkat desa, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, dan semua organisasi kemasyarakatan juga turut diundang, pun tak ketinggalan perangkat desa se-Kecamatan Bringin, Muspika dan lain sebagainya. Suguhan Gambyong dalam Bersih Desa Bendo, Kecamatan Padas ini merupakan salah satu potensi budaya di Desa ini.

Menurut Kepala Desa Bendo, Kecamatan Padas, Agus Saputro bahwa, “Penyajian tari Gambyong dalam upacara bersih desa terdiri dari tiga bagian yaitu awal terdapat ritual sesaji, Inti terdapat dimulainya waranggono penari dengan para tamu, dan penutup terdapat doa dan ucapan terimakasih. Makna simbolik tari Gambyong dalam upacara bersih desa terbagi menjadi tiga yaitu yang pertama makna gerak merupakan simbol kelembutan wanita, kedua makna busana merupakan simbol identitas Desa Bendo yang sangat sederhana mempunyai sifat nerimo tanpa mengeluh, ketiga makna penari mempunyai makna sebagai perantara masyarakat dengan dewi kesuburan karena wanita simbol tanah dan pria merupakan air atau benih, keempat makna tempat punden merupakan perantara manusia mendekatkan diri kepada para leluhur,”jelasnya.

Bagi masyarakat Desa Bendo, Kecamatan Padas agar meningkatkan budaya yang telah ada dan menjadikannya lestari. Bagi kelompok kesenian Gambyong dan Dinas terkait diharapkan dapat terus melestarikan budaya dan adat serta kesenian Gambyong,”pungkasnya. (Suyono/ Setiawan)