Bersih Desa Tamban Menuai Protes Warga

Iklan Semua Halaman

.

Bersih Desa Tamban Menuai Protes Warga

Sku Metropolitan
Kamis, 04 Oktober 2018


TULUNGAGUNG, METRO-  Ketegasan Presiden RI Joko Widodo untuk "memberangus pungutan liar” ( pungli) dengan membentuk satuan tugas "Saberpungli" nampaknya masih dianggap angin lalu oleh sebagian oknum pejabat tinggi hingga pejabat rendahan. meski Pungli jadi batu sandungan para oknum pejabat hingga berakhir dijeruji besi.


Sayangnya, bukan efek jera yang muncul sebagai akibat dari tindakan yang sudah dilakukan,  sebaliknya, berbagai celah dimanfaatkan dalam beragam "balutan modus" seperti perayaan acara bersih desa.

Hal itu seperti yang terjadi di Desa Tamban Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, dimana setiap rumah diwilayah tersebut dimintai iuran dana  sebesar 20 ribu hingga 40 ribu dengan dalih untuk kegiatan bersih desa.
"Memang nominalnya tidak terlalu besar bagi yang mampu namun sangat memberatkan bagi mereka yang miskin," ungkap salah seorang warga Tamban yang enggan disebut namanya, Rabu(3/10/2018).

Ia menambahkan, "selama ini Pemerintahan desa Tamban kurang terbuka soal keuangan desa kepada warga bahkan cenderung tertutup," katanya.

Bahkan dia pun menyesalkan sikap oknum Jogo Boyo ketika menarik iuran ke rumah-rumah warga dengan nada Arogan yang menyebutkan, kalau tidak menyumbang akan dipersulit ketika mengurus surat ke kantor Balai Desa.

"jika warga menolak memberi sumbangan akan dipersulit kalau mau mengurus surat-surat ke kantor Desa," katanya.

Sementara itu, salah satu panitia bersih desa yang juga Kasun Krajan, Mijan kepada Metropolitan menyampaikan, panitia bersih desa tidak memaksa warga untuk menyumbang.

"Kegiatan bersih desa Tamban rutin diadakan , dengan harapan warga Masyarakat desa Tamban akan dijauhkan dari mara bahaya baik fisik maupun non fisik," harapnya .

Dia menambahkan, sumbangan dari warga bersifat sukarela.
"Sumbangan dari warga bentuk kepedulian warga dengan desanya, kami tidak memaksa warga untuk menyumbang," jelasnya.

Jiman menambahkan, anggaran untuk kegiatan bersih desa Tamban sebesar 52 juta, bersumber dari PAD, pengusaha serta sumbangan warga masyarakat.

" Dana untuk bersih desa berasal dari sumbangan warga,pengusaha, dan Pendapatan asli desa," tuturnya.

Terpisah, Pj Kepala Desa Tamban, Ali, melalui pesan Whatsapp ( WA) menyampaikan, terkait kegiatan bersih desa Tamban ia mengaku tidak tahu menahu , semuanya diserahkan ke Panitia bersih desa.

Sekedar diketahui, desa Tamban berdiri lebih dari 2 ribu rumah, seandainya kita hitung uang yang digali dari warga per rumah rata-rata menyumbang uang sebesar 25 ribu rupiah kita kalikan 2 ribu rumah maka akan terkumpul uang sebesar 50 juta , jadi untuk kegiatan bersih desa yang dianggarkan uang sebesar 52 juta rupiah cukup dengan sumbangan warga dan tidak perlu memakai uang kas desa, lalu untuk apa saja dana kas desa Tamban ? (Sar)