Dugaan Korupsi Gedung AKN, Kejari Tetapkan Tiga Tersangka

Iklan Semua Halaman

.

Dugaan Korupsi Gedung AKN, Kejari Tetapkan Tiga Tersangka

Sku Metropolitan
Senin, 15 Oktober 2018


LUBUKLINGGAU, METRO- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota LubukLinggau, Sumatera Selatan telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan  gedung Akademi Komunikasi Negeri (AKN) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), (10/10/2018).

Hj. Zairida, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Lubuk Linggau, dalam press  rilis menegaskan, penetapan ketiga tersangka hasil pengembangan terhadap dua tersangka lainnya yang lebih dulu ditangkap yakni tersangka Brio Al Hoir dan Subhan.

Ketiga tersangka baru tersebut yakni FD sebagai penguasa anggaran, FS sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), dan FI selaku kontraktor proyek AKN yakni PT Binduriang Karya Mandiri.
“Sebelum kita menetapkan tiga tersangka ini, pihaknya telah memanggil saksi sebanyak 35 orang yang diduga mengetahui proyek tersebut,”tegas Kajari Lubuklinggau, Zairida didampingi Kasi Pidsus, Muhammad Iqbal dan Kasi Intel, Wira Bakti saat mengelar press release di Kantor Kejari Kota Lubuk Linggau.

Menurutnya, pembangunan gedung AKN milik Pemkab Muratara dikerjakan pada tahun anggaran 2016. Dengan nilai anggaran pembangunan sebesar Rp.8,5 Miliar. Sehingga, untuk tindak lanjut kasus ini pihaknya merencanakan Minggu depan memanggil ketiga tersangka yang telah ditetapkan. “Kita segera panggil ketiga tersangka. Direncanakan Minggu depan semuanya dipanggil,” jelasnya.
Terkait kemungkinan akan ada tersangka lainnya, jelasnya, sangat memungkinkan. Dan hal itu baru bisa dipastikan setelah penyidik Kejari melakukan pemeriksaan kepada ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kajari menjelaskan, dalam dugaan kasus korupsi gedung AKN Disdik Kabupaten Muratara ini, pihaknya telah mendapatkan pengembalian uang sebesar Rp.882.786.032.25 juta, menyita tiga buah buku tanah seluas 9 Hektare, dan melakukan pemblokiran rekening tabungan Bank Mandiri milik Brio Al Hoir dengan jumlah dana sebesar Rp.1.299.084.852 Miliar.


“Untuk dugaan kasus korupsi gedung AKN ini juga, pihaknya telah turun ke lokasi pembangunan melakukan pengecekan. Hasilnya, pembangunan yang dilakukan sangat tidak layak dan tidak sesuai dengan anggaran pembangunan yang ada,” pungkasnya. (Toni)