Instalasi Pipa Belum Ada, Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan "Tak Jelas"

Iklan Semua Halaman

.

Instalasi Pipa Belum Ada, Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan "Tak Jelas"

Sku Metropolitan
Senin, 15 Oktober 2018


LUBUKLINGGAU- METRO- Program Hibah Air Minum Perkotaan  di wilayah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, 2017 lalu, dipertanyakan. Pasalnya, program kegiatan di Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, yang ditanggani PDAM Tirta Bukit Sulap dianggap masyarakat program ini tak jelas pelaksanaannya.

Reson, Ketua Rt.6, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, belum lama ini mengatakan, warga sering bertanya soal pemasangan sambungan saluran PDAM di rumah warga yang sampai saat ini tak jelas.dan belum tersambung.

“Di rumah warga hanya terpasang alat komponen-komponennya saja, meliputi amper water, kran, tapaan balok semen, dan tutup water meter warna kuning. Tapi, instalasi jaringan pipa ke rumah belum ada,” ujarnya.

Dikatakannya, warga kaget, dan takut karena salah satu alat komponen sambungan saluran PDAM seperti tutup water meter warna kuning hilang. Sehingga, warga datang kerumah dirinya (ketua Rt) untuk melaporkan soal tersebut, 

“Pak Rt, tutup water meter sambu ngan saluran PDAM yang terpasang di rumah kami ada yang  hilang, kita tidak tahu siapa yang ngambilnya. Oke, bapak-bapak, mohon tenang dan bersabar, hal ini nanti akan saya tanyakan ke PDAM Lubuklinggau,” ujar pak Rt kepada warganya.

Selang dua atau tiga hari kejadian tersebut, warga terkejut kembali, tutup water meter warna kuning sambungan saluran PDAM sudah ada dan terpasang kembali di depan rumah warga, hal itu warga melaporkan kembali kepada dirinya (pak Rt).

“Menurut warga, hilangnya tutup water amper PDAM di rumah warga bukan dicuri orang. Tapi, barang tersebut ditarik oleh pegawai PDAM Lubuklinggau tanpa pemberitahuan,” terangnya.

Selanjutnya, pak Rt bersama warga melihat kembali tutup water meter PDAM yang terpasang kembali di rumah warga, namun jika diperhatikan dan teliti, ada kejanggalan, dan telah berubah pada tutup water meter tersebut.

Awalnya, tutup water meter PDAM yang terpasang di rumah warga, sebelum ditarik pegawai PDAM Lubuklinggau, disampingnya ada plat dan tulisan. Dibagian atas sebelah kiri tertulis dana ABPN, dibagian atas sebelah kanan tertulis kementerian keuangan, dan di bagian tengah  ada judul nama kegiatan tertulis program hibah air minum perkotaan.

“Kini tulisan pada plat tutup water meter PDAM  telah berubah,.Dimana, tulisan dana APBN di hilangkan diganti tulisan Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat(PUPR),” jelasnya.

Sementara, Hadi Purwanto, selaku Bagian Teknis Lapangan PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau, belum lama ini, saat dikonfirmasi mengatakan, memang benar di tahun 2017 di Lubuklinggau ada program hibah air minum perkotaan. Dimana sambungan saluran air  kerumah warga siap mengalir, program ini untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), ujarnya.. 

“Dalam program ini, tidak semua Kecamatan di Lubuklinggau terpasang sambungan saluran, ada sekitar 4 Kecamatan yang sudah tersambung saluran. Namun, Saya  lupa, Kecamatan mana yang sudah terpasang,” jelasnya.

Selanjutnya, Hadi membantah, dalam pelaksanaan program tersebut tidak ada tumpang tindih anggaran, dana yang digunakan melalui dana pusat, dan kegiatan tersebut tidak memakai pihak rekanan.

Perlu diketahui, PDAM Tirta Bukit Sulap adalah badan usaha milik swasta, bukan milik Pemerintah Daerah. Sehingga, dalam program ini, pemasangan sambungan saluran di Kota Lubuklinggau memakai dana sendiri dari PDAM.
“Dalam program tersebut, kita menjual produk kepada pihak pusat, artinya berapa banyak sambung saluran di rumah warga yang kita pasang, semua memakai uang PDAM sendiri. Setelah itu, baru kita ajukan ke pihak pusat untuk membayarnya,” ungkapnya,
Diakuinya, program hibah air minum perkotaan tahun 2017 lalu, ada sekitar 1.000 lebih rumah yang sudah terpasang sambungan saluran, itupun sudah diajukan PDAM Tirta Bukit Sulap ke pihak pusat.Tapi, dalam jumlah tersebut, cuma ada sekitar 100 lebih rumah yang tidak dibayar oleh pihak pusat.
“Soal, sejumlah sambungan saluran rumah yang tidak dibayar pihak pusat, tidak jadi persoalan kami. Karena tidak ada pihak yang dirugikan, dalam pelaksanaan program ini PDAM memakai uangnya sendiri dan tidak menggunakan uang APBD daerah,” ujarnya.


Sementara itu, dari pantauan Metropolitan dilapangan serta informasi ketua Rt, setelah PDAM Tirta Bukit Sulap dikonfirmasi soal program tersebut, jaringan intalasi pipa di wilayah Rt.06 Kelurahan Marga Rahayu mulai dikerjakan bulan September 2018. Tapi, sambung saluran air kerumah warga belum tersambung. (Toni/Nasrullah)