Polres Metro Bekasi Tangkap Lima Pelaku Pengendar Narkoba Jaringan Lapas

Iklan Semua Halaman

.

Polres Metro Bekasi Tangkap Lima Pelaku Pengendar Narkoba Jaringan Lapas

Sku Metropolitan
Kamis, 11 Oktober 2018


CIKARANG, METRO - Polres Metro Bekasi menangkap lima orang pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan dan ganja. Hal ini berdasarkan informasi masyarakat bahwa di daerah Tambun Selatan dan Duren Jaya kota Bekasi.

"Mereka adalah S, A, KAI, S alias Cakil dan IAR. Ini berkaitan dengan salah satu lapas di daerah Lampung dan juga lapas Kelas III Bekasi (Lapas Cipayung), kita berhasil amankan untuk ganja sendiri kurang lebih 36,5 kg," Kata Kepala Polres Metro Bekasi, Kombespol Candra Sukma Kumara kepada media di loby Mapolres saat konferensi pers. Kamis (11/10). 
Menurutnya, ganja tersebut diambil di PT Eka Sari Lorena (jasa pengiriman barang) di daerah Jakarta Utara oleh A dengan kendali Bandar di Lapas Bekasi kelas III (Lapas Cikarang) berinisial ES.

"Ternyata semua ini dikomandani oleh seseorang yang berada di dalam Lapas, sudah kita meminta keterangan dan orang ini juga punya kaki tangan melakukan peredaran.  Ada beberapa orang juga yang sedang kita kejar terkait dengan sindikat," ucapnya.

Kapolres mengatakan, bahwa ganja tersebut didapat dari PD (DPO) di Lapas Raja Basa Lampung. Sebagian sudah dijual oleh S alias Cakil sebanyak 11 kilogram, terlebih dahulu dikendalikan oleh ES di Lapas Bekasi. 

"Mereka sudah beroperasi lebih 3 bulan, dia tidak ada target yang terpenting ada kontak permintaan dia langsung di siapkan barangnya," jelas Kapolres.

Kemudian Penyidik segera bergerak dan setelah komunikasi melalui HP bertemu di TKP 2 (Duren Jaya) dan tersangka S alias Cakil ditangkap dan dari tangannya ditemukan 4 Kilogram diduga ganja, dan 0,5 Kilogram di dalam dashbord sepeda motornya. Keterangan S als Cakil bahwa 7 Kilogram sudah dijual ke RK (DPO). 

Atas perbuatanya tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 Ayat (1),(2) dan Pasal 111 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 10 tahun sampai dengan penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp. 10.000.000.000.( Ely/Martinus).