Terkait Pembagunan Pasar, PPK Beri Keterangan, Plt Kadis ”Kebakaran Jenggot”

Iklan Semua Halaman

.

Terkait Pembagunan Pasar, PPK Beri Keterangan, Plt Kadis ”Kebakaran Jenggot”

Sku Metropolitan
Kamis, 01 November 2018


MUSIRAWAS, METRO- Proyek Pembangunan Pasar Kota Baru Kecamatan BTS Ulu, pada dinas pendagan Musirawan Sumatera Selatan yang berasal dari  Anggaran pendapatan Belanja Daerah ( APBD) tahun Anggaran 2018 sebesar Rp.1,3 Milliar kualitas struktur kontruksi bangunan seperti pasangan pondasi diragukan. Pasalnya, pondasi bangunan pasar di tempat tersebut diduga dipasang memakai batu bata.


Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya,Tata Ruang dan Pengairan (PUCKTRP), Musirawas  Ibnu Sani selaku Pengawas  Bagunan pasar saat dikomfirmasi Wartawan SKU Metropolitan diruang kerjanya, senin ( 22/10/2018) membatah bahwa pemasangan batu bata ditanah bukan Pondasi “ tapi dalam ilmu tehnik disebut Rollag,”kata Ibnu.


“Pondasi sebenarnya di proyek bangunan pasar lokasi tersebut adalah  cakar ayam dalam bahasa teknik dikenal pondasi plat beton (Cakar Ayam) dibuat dengan kedalam 1,20 M3. Pungsinya untuk menahan atau memikul beban,” Jelas Ibnu.

Ibnu menjelaskan,bahwa rollag banyak jenisnya, ada rollag batu kali dan rollag batu bata.

Namun,Kata Ibnu  rollag di proyek ini dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) memakai batu bata, pungsinya cuma menoton untuk menahan  tanah dibagian atas supaya tidak bergerak.

“Menurut saya beban bangunan pasar tidaklah terlalu berat, sehingga pondasi cakar ayam yang dibuat sudah kuat untuk memikul seluruh beban bangunan, tak perlu rollag batu kali, karena bebannya tidak terlalu berat”,terangnya.

Dikatakannya, pondasi plat bangunan pasar semua dibuat, jika dilapangan pada bentang bangunan tidak ada cakar ayam, tapi dalam gambar ada, itu sudah menyalahi.

Namun dirinya, tidak bisa menyebutkan berapa jumlah besi yang dipakai dalam satu tiang pilar, dengan alasan banyaknya  pekerjaan yang dia pengang  sehingga tidak mungkin hapal semua.

“Karena pertanyaan terlalu detail, berapa jumlah ini dan berapa jumlah itu, Saya lupa dan tidak ingat, untuk menjelaskannya,” ujarnya.

“Harus pegang gambar dan bestek dulu, baru bisa di komprotir”, kelitnya.

Diberita sebelumnya, Proyek Pembangunan Pasar Kota baru, Kecamatan BTS Ulu, Musirawas, Sumatera Selatan, kualitas struktur kontruksi bangunan seperti pasangan pondasi diragukan. Pasalnya, pondasi bangunan pasar di tempat tersebut diduga dipasang memakai batu bata.

Melalui Dinas Perdagangan  Musirawas, Proyek dengan nilai Rp 1,3 Miliar dianggarkan menggunakan dana APBD Musirawas 2018, dengan masa kontrak 180 hari yang  dikerjakan oleh PT. Indosuma.

Menurut sumber, saat ditanya, minggu lalu, mengatakan, proyek pembangunan pasar di  Kota Baru kini masih tahap pengerjaan dan bangunan itu baru mencapai  sekitar 45%. Dalam pengerjaan proyek  tersebut ada bagian struktur kontruksi  bangunan yang sangat patal diduga dimainkan seperti kedalaman pondasi, material pondasi dan cakar ayam untuk tiang pilar.

“Pada pasangan pondasi galian tanah digalih cuma sekedarnya, material yang dipasang  memakai batu bata. Ada beberapa tiang pilar terpasang  tanpa memakai cakar ayam hanya menempel di atas pondasi batu bata dan dikunci dengan balok cor. Apabila struktur bangunan dikerjakan sedemikian kemungkinan kualitas bangunan diragukan”ungkapnya.

Sementara, Danil, selaku Pejabat Pelaksana Komitmen (PPK), Dinas Perdagangan Kabupaten  Musirawas, saat di konfirmasi, Minggu lalu, mengatakan, kontrak proyek ini dikerjakan selama 180 hari, terhitung mulai tanggal 8 Juni sampai 7 Desember 2018 dan sekarang masih tahap pengerjaan.

Dalam petunjuk gambar, ukuran luas bangunan ini panjang 28 M3, lebar 28 M3, ukuran kedalaman pondasi 1,20 M3 dan memakai cakar ayam. Sementara, soal besi yang digunakan berapa satuan kilo gram yang dipakai, Dirinya tidak mau menjelaskan, karena pertanyaannya sudah mendetail.

“Apabila nanti ada perubahan dalam proyek yang tidak sesuai dengan dasarnya dan gambar, maka nanti dilakukan Contract Change Order  (CCO), biasanya apa yang ada dalam gambar ketika dilakukan dilapangan hasilnya beda, belum tentu sama dengan gambar. Hal ini disebabkan banyak factor-factor kendala dilapangan. Perlu di ketahui buatan manusia tidak ada yang sempurna yang sempurna itu milik Allah”,ujarnya.

Saat PPK lagi memberikan penjelasan, Ibu Nurhasana, Plt Kadis Perdagangan Kabupaten Musirawas datang dengan tiba-tiba  dan berdiri di depan pintu ruangan. Kadis langsung marah dan memerintahkan PPK untuk berhenti  memberikan keterangan terkait proyek tersebut.

“Sudah Pak Danil tidak usah dilanjutkan lagi, pertanyaan mereka seperti KPK sudah terlalu detail sekali, soal teknis silahkan konfirmasi dengan bagian pengawas di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan (PUCKTR) Kabupaten Musi Rawas”, ucapnya dengan kesal sambil meninggalkan ruangan PPK.

Adanya kejadian itu, akhirnya  PPK tidak mau lagi melanjutkan dan memberikan penjelasan terkait proyek tersebut “ Anda dengar sendiri kata-kata Kadis, beliau menyuruh saya untuk tidak dilanjutkan lagi konfirmasi ini”, ujarnya.

Lanjutnya, Dirinya tetap merespon  dan menerima adanya informasi soal pondasi proyek bangunan pasar di daerah tersebut  memakai material batu bata dan cakar ayam tidak ada, pihaknya akan kros cek kelokasi.

“ Terimakasih sudah memberikan informasi soal kegiatan itu kepada kami, hal ini akan ditindak lanjuti dan mengajak pihak Konsultan dan Ibnu Sani, selaku Pengawas Proyek dari Dinas PUCKTR dan Pengairan Musirawas turun ke kelapangan”,ujarnya. (Toni/Nasrul).