Bantauan CSR Untuk Pembangunan Gedung Sekolah

Iklan Semua Halaman

.

Bantauan CSR Untuk Pembangunan Gedung Sekolah

Sku Metropolitan
Kamis, 15 November 2018


BEKASI, METRO -Empat SMA Negeri dibangun melalui bantuan pihak ketiga Corporate Social Responsblity (CSR). Diantaranya, PT.Metropolitan Land (Metlend) kontribusinya membangun SMA 17 dan SMA 18. Kemudian PT Summarecon Agung,Tbk berkontibusi membangun SMA N 21 di Kelurahan Jatisari, Jatiasih dan sedang dalam loby PT Hasana Damai Putra perusahaan property Harapan Indah yang akan berkontribusi membangun SMAN 10.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi telah melakukan peletakan batu pertana pembangunan gedung SMAN 21 di Kecamatan Jatiasih. Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, melibatkan dana pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR) dari sejumlah perusahaan properti di wilayahnya untuk penambahan ruang kelas baru SMA negeri.

Menurut walikota, tahapan pembangunan sekolah yang berlokasi di Perumahan Sapta Pesona RW08, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih itu dibangun tiga ruang kelas dengan rangka pondasi pembangunan untuk tiga lantai dan diharapkan dapat menampung para siswa yang kini masih menunmpang di SDN Jatimakmur 3 dan 4 Pondokgede," katanya.

Selain Summarecon, tengah menyampaikan permohonan kepada PT Hasana Damai Putra selaku perusahaan properti Perumahan Harapan Indah, Kecamatan Medansatria. "Meminta agar HDP mengalokasikan dana CSR untuk pembangunan empat Ruang Kelas Baru (RKB) di SMA Negeri 10 di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi," katanya.

Pembangunan RKB ini sangat dibutuhkan warga sekitar yang belum memiliki fasilitas SMA negeri yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. ''Mudah-mudahan apa yang diharapkan segera disampaikan kepada jajaran komisaris (PT HDP) yang saat ini masih berada di luar negeri,'' ujarnya.

Perusahaan properti PT Metropolitan Land yang kini menggarap bisnis Hotel Horison dan sejumlah Mall di Bekasi Selatan juga sudah berkontribusi membangun gedung sekolah melalui CSR. "Metland sudah merealisasikan pembangunan SMA Negeri 17 serta 18 pada 2017,'' katanya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif PT Sumarecon Agung Tbk, Albert Luhur, mengatakan pihaknya telah hadir di Kota Bekasi sejak 2011. "Ketika membangun satu kota, ingin memajukan masyrakat dan lingkungannya. Jadi datang ke Kota Bekasi ini tidak semata-mata hanya untuk mencari keuntungan saja, tapi serta-merta secara bersama-sama ingin memajukan Kota Bekasi," katanya. Pembangunan RKB itu merupakan bagian dari konstribusi pihaknya terhadap dunia pendidikan di Kota Bekasi.  

Masyarakat Kota Bekasi berharap Walikota tidak hanya memfokuskan untuk pembangunan gedung dan fasilitas SMA Negeri, tetapi perlu untuk pembangunan dan fasilitas SMP Negeri. Karena Kota Bekasi belum semua kelurahan, memiliki SMP Negeri. Apalagi untuk sistem penerimaan siswa baru 2019 akan menerapkan sistem zonasi.

Artinya kontribusi pihak ketiga melalui Corporate Social Responciblity (CSR) dapat digunakan dalam pemerataan pembangunan gedung dan fasilitas sekolah  di setiap kelurahan dan kecamatan. Dengan demikian sistem zonasi dalam setiap penerimaan siswa baru lebih efektif dan efisien serta terkontrol. (Shg)