Baris Kreasi Napak Tilas Mengengan Lahirnya Kab Tulungagung

Iklan Semua Halaman

.

Baris Kreasi Napak Tilas Mengengan Lahirnya Kab Tulungagung

Sku Metropolitan
Minggu, 25 November 2018




TULUNGAGUNG, METRO- Sebanyak 142 peleton dengan kontum unik dan nyentrik mengikuti baris Kreasi Napak tilas Ketandan-Bonorowo ,Tulungagung. sekaligus dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Tulungagung ke-813, Kamis (22)11/2018) lalu.


Dengan start di depan kantor UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan olah raga Kecamatan Kauman menuju pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso ,Tulungagung. Baris kreasi ini diberangkatkan oleh kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ( Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, H Suharno,M.Pd .


Menurut Suharno, gerak jalan Ketandan- Bonorowo merupakan Napak tilas sejarah Kabupaten Tulungagung.
" Dulunya Kabupaten Tulungagung bernama Ngrowo, dengan ibu kota Kabupaten di Kalangbret masuk wilayah Kecamatan Kauman," ucapnya.

Dia menambahkan,"saat itu wilayah alon-alon masih berupa rawa dan sumber mata air yang sangat besar," terangnya.

Untuk membuka ibu kota baru, maka diutuslah Mbah Abu Mansur dan Raden Khosim untuk menutup sumber itu. Berkat jasa keduanya ,sumber yang sangat besar itu bisa ditutup dan wilayah disekitarnya berubah menjadi Kuto Anyar ( kota baru), ibu kota Kabupaten Ngrowo kemudian dipindah dari Kalangbret ke kota Baru.

"Boyongan dari Kauman Kalangbret  ke ibu kota baru ini akhirnya diperingati setiap tahun dengan  Napak tilas  untuk mengenang lahirnya kota baru harapan baru bernama Tulungagung," kata Suharno.

Meski sarat dengan kegembiraan ,gerak jalan ini bernuansa sejarah ,diharapkan masyarakat lebih mengenal sejarah kotanya sendiri.

Para peserta baris Kreasi berusaha menampilkan kostum tradisional se- unik mungkin meski ada juga yang mengenakan pakaian modern tradisional ,namun kesemuanya nampak ceria mengikuti lomba hingga garis finish.

"Bagus banget,selain memakai baju adat daerah berwarna warni ,peserta dengan segala kreasinya nampak kompak dan menghibur," kata Fitri (26) warga Gondang.

Menurut Fitri,salah satu regu yang patut diapresiasi adalah peserta dari SMP 1 Ngunut ."kostumnya unik dari tokoh wayang ,tapi barisnya tetap rapi ," ungkap Fitri beralasan. ( Sar)