Berkas Perkara Camat Pondok Gede Sudah P-21

Iklan Semua Halaman

.

Berkas Perkara Camat Pondok Gede Sudah P-21

Sku Metropolitan
Jumat, 23 November 2018


BEKASI, METRO - Setelah Kejaksaan Negeri Kota  Bekasi mengembalikan berkas perkara  camat pondok gede atas nama Mardanih dalam kasus dugaan sebagai tersangka pembuatan akte palsu beberapa waktu yang lalu untuk dilengkapi Penyidik Polres Metro Bekasi Kota, kini sudah P-21.


Informasi tersebut disampaikan, Kepala Sub Seksi sosial dan Politik (Kasubsi Sospol) Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Dwi S Kusumo,  kepada SKU Metropolitan melalui WathsApp, kamis (22/11).

Namun, saat ditanya langkah selanjutnya Kejaksaan  setelah bekas perkara sudah P-21, Dwi S Kusumo, tidak memberikan jawaban. 

Diberitakan Sebelumnya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Gusti Hamdani saat dikomfirmasi awak media, Rabu (10/10) terhadap tindak lanjut perkara tersebut (red- Camat Pondok Gede) mengatakan bahwa setelah berkas perkara dikembalikan kepada penyidik, masih ranah penyidikan, Jaksa Penuntut  atau P-16 belum P-21

Gusti menyebutkan bahwa posisi berkasnya sekarang ini masih dalam tahap penyidikan belum dinyatakan P-21 atau berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa yang menangani perkara tersebut,” ungkap Gusti.

Ketika disinggung soal waktu kesempatan tiga puluh hari kepada penyidik untuk melengkapi berkas perkara yang dikembalikan kejaksaan, Gusti menyebutkan bahwa waktu tersebut sudah terlalu banyak.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum,) Irfan Natakusuma, saat di komfirmasi awak media diruang kerjanya, kamis ( 15/9). Mengatakan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi mengembalikan Berkas Perkara  (BP) 159/8/2018/  Reskrim, yang menyeret Camat Pondok Gede, Mardani,  dan salah satu Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT), untuk dilengkapi penyindik

"Bahwa perkara Camat Podok Gede sedang dalam penelitian, ada beberapa yang harus dilengkapi oleh penyidik, artinya, kalau nantinya pas barang buktinya untuk disidangkan suatu saat nanti," kata Irfan Natakusuma.

Irfan Natakusuma, menyebutkan, ada beberapa berkas yang harus dilengkapi oleh penyidik, jadi posisisnya masih diperbaiki dulu.

"Rasanya memang bisa diperbaiki,"jelas Irfan Natakusuma.

Kasipidum menjelaskan, waktu  penyidik untuk melengkapi berkas tesebut, jika sesuai aturan maka tidak bisa lama lama.

"Dalam waKtu kurang satu bulan, karena sudah ada progresnya , apa apa saja yang diperbaiki," jelasnya .

Menurutnya, orang-orangya ada di Bekasi semua , tidak ada diluar kota, "sehingga tidak kesulitan," ujarnya.

Dirinya juga berkeyakinan bahwa, ini dapat disidang sepajang penyidik memenuhi itu (kelengkapan berkas) artinya, tidak ada pengaruh siapapun maka kita ( Kejaksaan Red) dapat mensidangkan.

"sebab dimata hukum adalah sama," tutupnya.

Sebelunya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes, Indarto, secara terang-terangan sudah menyatakan bahwa, pelaku yang merupakan Camat Pondok Gede bernama Mardanih, telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Penyidik menemukan dua alat bukti yang menunjukkan bahwa, saksi tersebut dapat ditingkatkan statusnya menjadi tersangka dalam kasus pembuatan surat Palsu, Pasal 263 KUHP, " kata Indiarto sabtu (18/8).

Ditetapkan tersangka ada dua orang, yang bersangkutan (red-Mardanih) dengan Staffnya.
Kapolres menjelaskan, kronologisnya ada empat akte yang hilang lalu si G lapor ke Camat minta dibuatkan salinan akte. Tapi bukanya dibuatkan 4 akte ini, tapi dijumlah semuanya menjadi satu akte. 

“Jadi yang awalnya 200 per akte jadi ditotal semua 900 meter digabungkan. Nomor-nomor salah semua, itu yang membuat penyidik dalam mengelar perkaranaya memutuskan bahwa, 2 alat bukti terpenuhi,” jelas Kapolres Metro Bekasi Kota.

Indiarto menambahkan, dari akte tersebut memang ada sengketa keperdataan juga, namun tidak mengurus sengketa keperdataan mengurus pembuatan surat  palsu akte tersebut, harusnya dibuat 4 ( Empat)  salinannya sesuai yang  hilang tetapi disatukan menjadi satu.

Kendati sudah ditetapkan tersangka  namun pelaku tidak ditahan karena  pertimbangan",tutur Kapolres.

"Jadi dalam status tersangkanya Camat Pondok Gede tersebut, karena penyidik tidak kwatir tersangka akan melarikan diri, mempengaruhi saksi lain dan menghilangkan barang bukti,"jelas Kapolres.

"Terlebih dia (Camat Pondok Gede, red) adalah pelayan publik," ungkap Kapolres.

"Tapi terkait kedepanya perlu ditahan atau tidaknya tersangka tergantung pertimbang  penyidik," tegasnya.

Kendati sudah ada pernyataan bahwa dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka, terkait dugaan pemalsuan surat tanah ini, Mardanih menyanggah bahwa ia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian.

“Ya benar, saya hanya dipanggil penyidik saja, namun tidak ditetapkan jadi tersangka. Itu kasusnya sudah beres dan sudah selesai,” ujarnya saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis lalu (16/8/2018). (Martinus).